Sniper Cantik Rusia Tewas di Ukraina

Sejak 2014, Rusia terlibat konfrontasi bersenjata dengan Ukraina. Mulai dari perebutan pulau Crimea sampai aneksasi wilayah daratan dengan alasan menyelematkan suku bangsa Rusia di wilayah Ukraina yang mengakami diskriminasi. 

Rusia memainkan peran di balik layar, memasok ribuan pucuk senjata, tank, panser, dan bahkan peluncur roket dan rudal bagi para pemberontak pro Rusia di Ukraina untuk menggelorakan separatisme terhadap pemerintahan Ukraina yang sah.

Pada 2015, Presiden Vladimir Putin pun mengakui bahwa perwira intelijen militer Rusia aktif bermain di Ukraina, namun tak mengakui kalau pasukan militer regulernya juga menjalankan misi tempur pro separatis di sana.

Di antara kelompok pemberontak pro Rusia ini ada Anastasia Slobodyanyuk yang bergabung dan maju ke garis depan. Gadis berumur 26 tahun ini menjalankan peran yang tidak biasa, menjadi penembak runduk atau sniper. Dijuluki sebagai putri salju atau Snow White, Anastasia beroperasi di wilayah Ukraina Timur, menyebar terror dan menjatuhkan moral pasukan pemerintah Ukraina.

Konon, Anastasia bergabung dengan milisi setelah hatinya tergerak oleh meninggalnya seorang gadis kecil berusia lima tahun di wilayah Slavyansk pada tahun 2014. Karena tidak tahan digempur oleh pasukan Ukraina yang berusaha merebut kembali wilayahnya, Anastasia angkat senjata.


Dari foto-foto yang beredar, gadis ini menggunakan senapan runduk SVD Dragunov atau variannya, yaitu senapan semi otomatis yang aslinya digunakan oleh penembak jitu di level regu militer negara Pakta Warsawa. Senapan runduk ini dikenal andal untuk mengenai sasaran pada jarak 800 meter, dan terkenal bandel di lapangan.
Keberanian Anastasia sendiri disaksikan oleh jurnalis Gennady Dubovoy yang melihatnya beraksi di bandara Donetsk yang ketika itu diperebutkan oleh kedua kekuatan, dan Anastasia bahkan sempat terluka dalam pertempuran tersebut.

Baca Juga:  China Siapkan Kapal Super Carrier Saingi Kapal Induk Amerika

Sayangnya, perjuangan Anastasia berhenti setelah ia berhasil ditewaskan oleh sniper dari pihak pasukan pemerintah Ukraina di Distrik Spartak. Tidak diceritakan detail mengenai bagaimana Anastasia tewas, tetapi klaim dari pihak pemerintah Ukraina tidak dibantah oleh kelompok milisi pro Rusia. Kekasih Anastasia, Komandan Mikhail ‘Givi’ Toltsykh sudah gugur lebih dulu karena diledakkan oleh roket, sehingga pasangan ini akhirnya bisa bersatu kembali di alam sana.


(UC News / Aryo Nugroho)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan