Stok Rudal Yakhont Menipis, TNI Lirik Rudal Brahmos

India sepertinya mulai kelah jadi negara importir senjata terbesar di dunia. Negeri Hindustan tersebut sedang menyiapkan regulasi untuk bisa menjual Rudal Brahmos ke negara lain.

Seperti yang diketahui, Brahmos adalah rudal yang dibuat bersama antara India dan Rusia. Brahmos adalah singkatan dari Brahman dan Moskwa.

India mengklaim sudah ada sendiri ketertarikan di antara negara-negara Asia Tenggara dan Afrika yang ingin membeli BrahMos.


Namun begitu, pihak India mengatakan bahwa masih ada sejumlah isu penting yang perlu dibereskan sebelum rudal canggih itu bisa diekspor. India sendiri sudah hampir mencapai 100 persen komponen rudal yang bisa dibuat di dalam negeri.

Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman sendiri mendukung ekspor rudal BrahMos ke negara-negara sahabat India. Sejauh ini, Vietnam konon menyatakan niat untuk membelinya, begitu pula Malaysia, Singapura, dan tentu saja, Indonesia!


India pun menjajaki penjualan ke Amerika Selatan seperti Peru dan Chile. Khusus untuk Indonesia, BrahMos Aerospace sendiri sering kali ikut dalam pameran Indo Defence, yang pastinya diikuti karena TNI tentu memiliki minat atas rudal ini untuk menggantikan P-8 Oniks atau Yakhont yang stoknya sudah menipis di TNI AL.

Rudal Brahmos bisa diluncurkan dari tiga matra, dari udara, dari laut dan dari daratan. Jika berhasil membelinya, daya deteren TNI akan meningkat drastis.
(Aryo Nugroho/UC News/TSM)

Baca Juga:  Polandia Tawarkan Kerja Sama Industri Pertahanan

5 Komentar

  1. Kemadirian bikin rudal harusnya dipercepat.. Kalau hanya mengandalkan beli dan beli lagi.. Sebenarnya diibaratkan macan ompong

Tinggalkan Balasan