Sudah 25 Tahun, AU Malaysia Tetap Andalkan Pesawat Tempur Hawk

Pesawat tempur ringan Hawk buatan Inggris milik Tentara Udara diraja Malaysia (TUDM) telah berusia 25 tahun. Keberadaanya tetap dipertahankan hingga saat ini.

Panglima Angkatan Udara, Jenderal Tan Sri Affendi Buang mengatakan hal ini di Pangkalan Udara milik TUDM di Subang Malaysia.

“Saya ingin memastikan skuadron pesawat tempur Hawk akan terus melayani dengan baik.

“Meskipun pesawat tempur Hawk telah mencapai usia 25 tahun, tetapi dengan upaya di semua tingkat dalam jajaran TUDM telah menjadikan pesawat ini menjadi salah satu platform dalam mempertahankan kedaulatan wilayah udara negara kita,” kata Panglima Angkatan Udara sebelum berangkat ke Pangkalan Angkatan Udara TUDM di Butterworth.


Panglima menaiki pesawat Hawk Mk.108 yang diterbangkan oleh Letnan Kolonel Mohammad Syagol Abd Hamid, Perwira Orde 6 Skn. Penerbangannya ke Butterworth juga ditemani oleh pesawat Hawk Mk.108 lainnya.

Awal pengabdian awal Hawk di TUDM dimulai pada 15 April 1994 setelah menerima 2 pesawat pertama melalui kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Malaysia dan Inggris yang ditandatangani pada 10 Desember 1990.

Pada saat itu, Pemerintah Malaysia telah setuju untuk mendapatkan 10 unit Hawk Mk.108 dan 18 unit Hawk Mk.208, sebanyak 18 unit pesawat diterima secara bertahap dengan 2 pesawat setiap bulan, sampai mencapai total 28 unit pesawat.

Tahun 2019 menjadi momen bersejarah dan kebanggaan bagi TUDM karena telah merayakan Perayaan Ulang Tahun pengabdian Hawk selama 25 tahun (Silver Jubilee). Perayaan ini diselenggarakan di Hangar No 15 Skn, Pangkalan Angkatan Udara Butterworth.

Baca Juga:  Pabrikan Senjata Patungan Turki, Jerman, Malaysia dan Qatar Siap Produksi 1.000 Panser

Selama 25 tahun pengabdian Hawk, pesawat dioperasikan oleh tiga regu skadron, yakni Skuadron No 6, Skuadron No 9 dan Skuadron No. 15.

Di antara operasi terbesar yang melibatkan pesawat itu adalah Ops Daulat pada Maret 2013 di mana 5 pesawat Hawk ditugaskan untuk melancarkan serangan udara ke persembunyian teroris di Lahad Datu di Wilayah Sabah.

Skuadron No. 6 dipindahkan ke Pangkalan Udara Labuan dari Pangkalan Udara Kuantan setelah Ops Daulat berakhir. Transfer ini untuk memperkuat pertahanan negara di Sabah dan Sarawak.

Selain itu, pesawat ini juga digunakan sebagai pesawat latih lanjut, untuk perjalanan transisi menjadi pilot pesawat tempur yang dioperasikan oleh Skuadron No 15 di Pangkalan Udara Butterworth di mana pilot pilot muda dilatih untuk menjadi pilot tempur sebelum kualifikasi mereka untuk mengendalikan pesawat tempur lain di jajaran TUDM.

Peluncuran Perayaan Ulang Tahun Peringatan ulang tahun perak Hawk diluncurkan oleh Panglima Angkatan Udara Jenderal Tan Sri Affendi Buang.


Turut hadir dalam acara itu adalah Komandan Operasi Udara, Letnan Jenderal Dato ‘Sri Haji Abdul Mutalib bin Datuk Haji Ab Wahab TUDM; Kepala Staf Markas Besar Operasional Udara, Mayor Jenderal Dato ‘Zahani bin Zainal Abidin, Pejabat Senior TUDM Pilot dan kru yang mengabdi dan bekerja dengan Skuadron Hawk.

Pesawat tempur Hawk juga dijadwalkan untuk terlibat dalam pertunjukan udara di Langkawi bersama dengan Pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi 2019 (LIMA’19) yang berlangsung dari 26 hingga 30 Maret 2019.

Baca Juga:  Demi Keamanan Nasional, Inggris Batalkan Penjualan Northern Aerospace Ke China

Sumber: airtimes.my

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan