Suffren, Kapal Selam Nuklir Terbaru Perancis, Bisa Tembak Musuh Dari Jarak 1.000 KM

Presiden Emmanuel Macron meluncurkan kapal selam nuklir terbaru Prancis pada Jumat kemarin setelah puluhan tahun pengembangan.

Kapal selam nuklir yang disebut Suffren, diklaim Presiden Emmanuel Macron akan mengantarkan era baru bagi angkatan laut Prancis.

Menurut laporan France24, 12 Juli 2019, Suffren adalah yang pertama dari enam kapal selam nuklir kelas Barracuda yang telah dikembangkan sejak 2007, dengan biaya sekitar 9 miliar euro atau setara Rp 142 triliun.

Kapal selam ini akan menggantikan kapal selam di Angkatan Laut Prancis yang telah beroperasi sejak awal 1980-an.

Suffren sepuluh kali lebih tenang daripada kapal selam Rubis, menurut angkatan laut Prancis, membuatnya jauh lebih sulit untuk dideteksi.

Dibangun oleh pembuat kapal Prancis Naval Group untuk angkatan laut Prancis, Suffren adalah kapal selam serangan nuklir kelas Barracuda yang dirancang untuk menggantikan kapal selam kelas Rubis yang telah beroperasi sejak 1980-an.

Kapal siluman miliaran euro yang besar, yang sisi-sisinya dibalut dengan bendera Prancis, membuat kagum kerumunan delegasi internasional beranggotakan 700 orang ketika Macron secara resmi meluncurkan Suffren dengan hanya menarik tuas.

“Dengan Suffren, seorang pemburu dilahirkan hari ini, bukan kapal yang akan bersembunyi di kedalaman lautan,” ujar Laksamana Christophe Prazuck, kepala staf angkatan laut Prancis, dikutip dari Defense Post.

“Ini adalah kapal yang telah dirancang untuk bertarung…untuk mengalahkan musuh,” katanya.

Baca Juga:  Israel Protes Pangkalan Militer Iran di Suriah

Misi SSN adalah untuk melindungi kapal strategis seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir yang dilengkapi dengan rudal balistik (SSBN), tetapi juga untuk melacak kapal musuh dan untuk mengumpulkan intelijen.

“Ini menempatkan kami di divisi teratas,” kata kepala eksekutif Naval Group Herve Guillou tentang kapal, yang membutuhkan waktu 10 tahun mengambangkan kapal selam kelas Barracuda.

Barracuda juga memiliki kemampuan lain, termasuk jarak tempuh 1.000 km menggunakan rudal jelajah, dan kapal selam mini untuk pasukan khusus yang ditempatkan di tempat penampungan dek kering yang dipasang di lambung kapal.

Suffren juga bisa meletakkan ranjau di kedalaman laut.


Kapal Angkatan Laut Prancis yang disebut “Suffren”, pertama dari kapal selam serangan nuklir kelas Barracuda, meninggalkan bengkel konstruksi di situs Grup Naval di Cherbourg, Prancis, 5 Juli 2019. Pemerintah Prancis telah memesan enam Kapal selam 5.000 ton yang dibuat oleh Naval Group, di mana perusahaan pertahanan Thales memiliki 35 persen saham. REUTERS / Benoit Tessier

“Keamanan rakyat Prancis tergantung pada peralatan dengan standar tertinggi, seperti Suffren,” kata Macron saat ia meresmikan kapal sepanjang 99 meter di Cherbourg.

“Dengan rudal jelajah, memungkinkan serangan laut dalam, dan mampu mengerahkan pasukan khusus saat tenggelam, Suffren mengantarkan era baru bagi pasukan kapal selam kita,” tambahnya.


Kapal selam nuklir Suffren sekarang akan menjalani uji coba laut, sebelum secara resmi dikirim ke angkatan laut Prancis untuk ditempatkan pada musim panas 2020.

Baca Juga:  Rusia Siap Promosikan Perangkat Tempur Masa Depan "Ratnik" ke Pasar Dunia

Sumber: tempo.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan