Sukhoi Su-27 AU Ukraina Jatuh saat Latihan Perang dengan NATO

Sebuah pesawat tempur Su-27UB AU Ukraina jatuh saat latihan perang dengan NATO pada hari Selasa sore. Kecelakaan pesawat tempur ini mengakibatkan dua tentara, termasuk tentara Amerika Serikat (AS) gugur.

Layanan pers dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pesawat tempur Su-27 jatuh di dekat Desa Ulanov.

“Hari ini, sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sebuah pesawat Su-27UB jatuh di dekat desa Ulanov (di antara kota Berdychiv dan Khmil’nyk) selama penerbangan latihan tempur. Aktivitas pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan,” kata layanan pers tersebut yang dipublikasikan di halaman Facebook-nya.

Beberapa jam kemudian, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina seperti dikutip Reuters, Rabu (17/10/2018), memperbarui informasinya. Menurut Staf Umum kedua pilot yang gugur dalam kecelakaan ini adalah tentara Ukraina dan tentara AS.

“Kami menyesal untuk menginformasikan bahwa menurut laporan oleh tim pencarian dan penyelamatan, jasad dua pilot ditemukan; satu adalah pilot angkatan udara Ukraina, dan yang kedua adalah pilot Garda Nasional Udara AS,” kata layanan pers staf tersebut.

Jet tempur Su-27UB dan F-15 Ukraina awalnya sedang melakukan misi latihan tempur Clear Sky 2018. Namun, kecelakaan terjadi. Penyebab insiden sedang diselidiki.


Kantor Kejaksaan Militer Ukraina membenarkan bahwa tentara AS dan Ukraina gugur dalam kecelakaan pesawat.

Latihan perang gabungan NATO, Clear Sky 2018, berlangsung dari tanggal 8 hingga 19 Oktober di Ukraina barat. Negara-negara lain yang ikut latihan perang NATO antara lain Belgia, Inggris, Denmark, Polandia, Estonia, Belanda, Polandia dan Rumania.

Baca Juga:  Presiden Filipina: Selamat Tinggal Amerika, Kami Gak Butuh Duitmu

Latihan perang tersebut telah dipromosikan di halaman Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina. Dalam promosinya, NATO menyatakan banyak hal untuk dipelajari dari Ukraina. NATO juga memperingatkan bahwa jika Rusia meluncurkan serangan udara terhadap Ukraina, harga yang harus dibayar akan sangat mahal.


Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan