Sukhoi Su-27/30 TNI AU Paksa Turun Pesawat Garuda Indonesia Yang Dibajak

Rabu (22/3/2017) Sekitar Pukul 12.00 Wita pesawat komersil milik Garuda Indonesia rute penerbangan Yogyakarta-Makassar ‘dipaksa’ mendarat oleh dua pesawat Sukhoi 27/30 MK yang berhome base di Sakdron Udara 11 Wing 5 Pangakalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat jenis Bombardir CRJ 1000 NG itu, bahkan diapit hingga mendarat di landasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

‘Pemaksaan’ mendarat ini lantaran adanya laporan dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terkait keberadaan pesawat tersebut yang diduga melakukan penerbangan ilegal dan disinyalir dibajak oleh pihak tak bertanggung jawab.

Sebelum dua unit pesawat Sukhoi tersebut terbang di udara,setelah mendapat laporan terlebih dahulu melakukan Scramble atau persiapan penerbangan yang mengacu dari jenis urgensi tertentu.

Mulai dari tingkat hijau, kuning dan kemudian merah yang menjadi jenis urgensi yang harus diawasi. Hal itu mengacu dari laporan yang menggunakan sistem pengintai ‘Mata penjaga langit’ yang berfungsi memonitor seluruh penerbangan yang berlangsung di Indonesia.

Setelah mendarat, sebanyak 300 personel gabungan dari Paskhas TNI AU dan unsur terkait lainnya bersenjata lengkap langsung mengawal pesawat tersebut ke tepian landasan udara.Tujuannya tak lain untuk mengamankan Bandara Sultan Hasanuddin dari rencana kejahatan yang tak diduga.

Setelah benar-benar berhenti, tampak anggota Paskhas yang mengendarai empat unit kendaraan tempur membagi diri. Beberapa pasukan tetap siaga di kendaraan bak terbuka dengan siaga didepan senjata mesin otomatis.

Sedangkan empat orang personil langsung menuju ke pintu utama pesawat dan menunggu pesawat tersebut dibuka. Melihat pintu pesawat dibuka, dua diantara sejumlah personil Paskhas naik ke atas pesawat. Pada saat itu diringkuslah dua orang terduga oknum yang membajak pesawat itu.

Kedua orang tersebut kemudian diinterogasi dan selanjutnya digiring menggunakan mobil tahanan Polisi Militer Lanud Sultan Hasanuddin. Dan seluruh penumpang pesawat akhirnya berhasil dievakuasi.

“Seluruh rangkaian penyelamatan tersebut merupakan bagian dari simulasi latihan Sriti Gesit 2017, yang mana tadi adalah simulasi terkait adanya pesawat asing yang dilaporkan Kohanudnas terbang di wilayah NKRI kemudian ditindaki,” ujar Kolonel Pnb Benny Arfan selaku Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin.

Sumber : Tribunnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan