Sukhoi Su-30 TNI AU Telah Dilengkapi Jammer Pod Pengacau Sinyal Elektronik

Kemarin netizen ramai memperbincangkan mengenai foto pesawat Sukhoi TNI AU yang sudah menggotong peralatan yang tercantol di sayapnya. Peralatan ini tak lain adalah jammer (pengacak).

Sebagaimana diberitakan oleh majalah Angkasa pada bulan April 2017, dua pesawat Flanker TNI AU akan dilengkapi dengan jammer pod untuk tujuan peperangan elektronika. Dua pesawat yang dimaksud adalah pesawat Sukhoi yang sedang dilakukan pemeliharaan tingkat berat di Belarusia.

Akhir Juli 2019 lalu memang datang 2 pesawat Sukhoi dari Belarusia, yaitu Su-30MK seri yang pertama diterima Indonesia dari Rusia yaitu TS-3001 san TS-3002, rupanya di kedua pesawat inilah jammer tersebut dipasang.

Melihat dari foto yang ada, jammer tersebut dapat dipastikan adalah “Veresk” yang diproduksi oleh perusahaan Belarusia Belspetsvneshtechnika, Veresk merupakan active jammer untuk melindungi pesawat dari rudal berpemandu radar presisi.

“Veresk” active jammer bersifat mentransmisikan kembali sinyal secara aktif. Prinsip operasinya adalah : jammer menerima sinyal radar-probing yang berasal dari sarana fire control systems musuh; menganalisis sinyal-sinyal ini; memodifikasi amplitudo, frekuensi, fase dan modulasi polarisasi dan mentransmisikan kembali sinyal yang telah dimodifikasi.

Sistem Veresk terdiri dari dua pod 80 kg yang dipasangkan masing-masing pada cantelan di kedua sisi sayap pesawat dan sistem akan menghubungkan kedua pod ini melalui panel kokpit dan peralatan kontrol lainnya.

Pengacauan Veresk berlangsung secara otomatis, oleh karenanya disebut jammer aktif. “Veresk” mengukur parameter sinyal probing yang diterima yang dihasilkan oleh fire control system musuh dan menganalisis lingkungan elektronik, mengenali jenis radar musuh yang menyala dan memilih masing-masing ECM (Electronic Counter Measure).

Baca Juga:  Dukung Asian Games 2018, Kapal Perang TNI Akan Disulap Jadi Hotel

Dengan jamming ini pesawat musuh akan sulit menentukan koordinat, sehingga tidak dapat mengunci sasaran. Veresk juga mampu mengacaukan sistem pelacakan pada pesawat musuh, sehingga mereka melacak sasaran yang salah. Veresk juga mempu mengacaukan sistem tracking, dan membuat sasaran palsu yang dapat dibaca oleh sensor radar musuh. Veresk juga membantu melepaskan diri dari kuncian, menggunakan satu atau dua active jammer countermeasure .

Pod jammer Veresk menurut Jane’s sudah diprogram mampu membaca sistem pesawat barat dan timur termasuk di dalamnya MiG series, Su series, F series, Mirage, Typhoon maupun F-22. Dengan demikian pod ini mampu mengacaukan rudal R series, AIM series, termasuk MICA dan Meteor. Juga mampu mengacaukan radar darat ke udara dari S-300P hingga MM-104 Patriot.

Veresk jammer beroperasi pada pita G, H, I, dan J, dengan daya pemancar maksimum 40 dBm dan sensitivitas penerima antara -65 dan -55 dBm. Sektor jamming adalah 45° di azimuth dan di ketinggian 30° di depan dan di belakang pesawat.

Kehadiran dua pesawat Sukhoi dengan peralatan jammer aktif ini sangat ditunggu, sehingga ke depan, gugus tugas pesawat temput TNI AU dapat dikawal dengan pesawat ini untuk melindunginya dari serangan rudal ataupun untuk menghindari pelacakan saat menjalankan misi.

Sumber:
http://defense-studies.blogspot.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan