Sukhoi Su-30MKI Super, Tekad India Jatuh Bangun Ingin Punya Pesawat Tempur Sendiri

Saat India dipimpin Presiden Abdul Kalam, yang juga ilmuwan peletak dasar-dasar kekuatan nuklir India. Negeri hindustan itu ditularkan semangat nasionalisme Made In India yang disingkat MII.

Sebagaimana diketahui, kepala pemerintahan di India adalah Perdana Menteri sedangkan seorang Presiden hanya simbol kepala negara. Abdul Kalam dengan cerdik memanfaatkan jabatan dengan terus menggelorakan semangat nasionalisme, menekan pemerintah agar melakukan transfer teknologi dalam setiap kebijakan pembelian senjata.

Apapun alutsista yang dibeli, pada akhirnya harus berhasil dikuasai sendiri oleh India.

Yang paling kontroversial adalah proyek pesawat tempur Sukhoi Su-30. India memaksa Rusia agar tunduk pada kemauan New Delhi dalam proses pembelianya.

Pesawat tersebut harus dirakit di India, desain struktur boleh diubah, mesinya juga harus boleh diotak atik insinyur India dan sistem avioniknya boleh diganti dengan buatan barat. Jadilah secara fisik, tampilan Su-30 MKI beda dengan versi asli Rusia.

Su-30MKI punya sayap canard di depan, sedangkan versi aslinya tidak.

India dengan tekad bajanya untuk mandiri memang luar biasa. Su-30MKI, yang awalnya dibuat oleh Rusia dan dirakit lokal perlahan-lahan bisa dibuat komponennya satu-persatu. India bahkan menyiapkan Su-30MKI Super 30, program upgrade dari Su-30MKI.

Seperti diberitakan NDTV (1/3), Su-30MKI Super 30 akan mengakomodasi sejumlah kemampuan baru. Yang pertama dan terutama adalah perkuatan struktur di tengah pesawat agar bisa membopong rudal Brahmos-A versi udara, untuk serangan jarak jauh dengan jarak 300 kilometer.

Baca Juga:  Rudal RBS15, Penghancur Kapal Musuh Buatan Swedia dan Jerman

Perkuatan struktur ini juga akan memungkinkan Su-30MKI Super 30 untuk membawa lebih banyak bom apabila difungsikan sebagai pesawat serangan darat, plus integrasi sistem MER (Multiple Ejection Rack).

Su-30MKI Super 30 juga akan menerima integrasi pod bidik sasaran Litening dengan kemampuan memandu bom pintar berbasis laser dan juga GPS, sekaligus untuk pengintaian sasaran darat.

Su-30MKI Super-30 juga akan menerima radar baru, yang dikerjakan oleh ERDE bersama dengan perusahaan Elta dari Israel. Radar yang dipasang adalah radar AESA dengan kemampuan jejak udara dan darat dari tipe EL2042. Alternatifnya adalah radar NIIP N011M BARS kalau radar dari Elta belum siap.


Terakhir, Su-30MKI Super 30 juga dijajaki menggunakan mesin AL-41FU yang mentenagai Su-35 agar tenaganya melonjak.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan