Sukhoi Su-30SM2 akan Terbang Perdana pada Akhir Tahun 2020

Versi terbaru dari pesawat terbang Su-30 akan terbang perdana pada akhir tahun 2020, Disebut sebagai Su-30SM2, pesawat ini akan menjadi standar baru buat militer Rusia.

Pesawat tempur Sukhoi yang baru tersebut menampilkan berbagai peningkatan, termasuk perangkat elektronik didalamnya. Radar dan perangkat optik IRST juga telah diganti dengan versi yang lebih baru, serupa dengan yang digunakan pada Su-35S. Senjata yang dapat dibawa juga lebih beragam. Sesuai jadwal kerja yang telah disetujui, pihak produsen pesawat saat ini tengah mengecek kesiapan pesawat tersebut untuk penerbangan perdana.

Dalam versi aslinya, Su-30SM menggunakan beberapa komponen utama yang berasal dari luar negeri. Ini termasuk layar display CMFD-55/66 buatan Samtel Inggris, VEH-3022 HUD, Totem INS/GPS atau indikator ILS buatan Thales Prancis. Pekerjaan litbang sehubungan Su-30SM dengan tujuan untuk menyediakan substitusi komponen impor ini telah dilakukan sejak 2015.

Dalam kerangka program yang dinamai Adaptation-Su, pesawat juga dimodifikasi untuk penggunaan senjata udara-ke-udara dan udara-ke-darat baru. Versi pesawat full domestik ini disebut sebagai Su-30SM1. Namun demikian, pada 2018 diputuskan untuk meluncurkan program penyeragaman komponen Su-30SM dan Su-35S semaksimal mungkin.

Tujuannya adalah untuk menyederhanakan dan mengurangi biaya pemeliharaan seluruh armada pesawat, memperpanjang masa pakai Su-30SM dan lebih meningkatkan kemampuan tempurnya. Hal ini membutuhkan pengerjaan ulang pesawat yang jauh lebih ekstensif, integrasi mesin turbofan AL-41F-1S, serta pemasangan radar N035 Irbis yang lebih kuat daripada N011M Bars-R yang saat ini digunakan. Varian ini kemudian diubah menjadi Su-30SM2.

Baca Juga:  Pengiriman Sistem Rudal Hanud S-300VM Antey-2500 Rusia ke Mesir

Mesin AL-41F-1S, yang juga dikenal sebagai Izd.117S telah digunakan pada pesawat tempur seri Su-35S. Dibandingkan dengan mesin Su-30SM saat ini, AL-31FP, daya dorongnya lebih besar 16% menjadi 14.500 kgf (142 kN). Masa pakai mesin pesawat juga lebih panjang menjadi 4.000 jam dan berkat sistem pengapian plasma, AL-41F-1S juga lebih ekonomis daripada AL-31FP, menghasilkan jangkauan terbang yang lebih jauh.

Peningkatan daya juga diperlukan untuk menyalakan perangkat avionik onboard, terutama radar Irbis dan sistem peperangan elektronik baru. Pengerjaan integrasi mesin yang 80% diperbarui ini ke dalam pesawat Su-30 dilakukan bersama oleh perusahaan pembuat pesawat Irkut dan pembuat mesin UEC-UMPO.

Pesawat baru ini akan dibangun di bawah kontrak untuk 21 pesawat tempur Su-30SM2 dan 25 pesawat latih Yak-130 senilai lebih dari USD 1,3 miliar (100 miliar RUB) yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam kunjungannya ke Irkutsk Aviation pada Agustus tahun ini.

Dimasa depan, semua peningkatan ini harus dapat dialihkan tidak hanya ke Su-30SM, mengingat ada 130 pesawat dalam inventaris Pasukan Dirgantara Rusia dan Angkatan Laut dan sekitar 50 pesawat ekspor dalam Collective Security Treaty Organisation (Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Uzbekistan), tetapi juga untuk Su-30 versi ekspor buatan Irkut lainnya, dimana hampir 360 pesawat Su-30MKI/MKA/MKM telah dikirim ke India, Aljazair dan Malaysia.

Baca Juga:  Rusia Melarang Indonesia Memperbaiki Pesawat Sukhoi di Ukraina

Sumber : FB @Scramblemagazine
Foto : @Scramblemagazine

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan