Suriah Sebut Sistem S-300 Buatan Rusia Tidak Efektif

Sistem pertahanan rudal S-300 buatan Rusia dinilai oleh militer Suriah tidak efektif dalam mencegat rudal, terutama rudal buatan Israel. Dikutip dari Avia.pro (2/05/2020). Selaim S-300, Suriah juga mengkritik kinerja Pantsir-S.

Dua sistem pertahanan udara itu babak belur dihajar dan dikelabui oleh Israel juga oleh drone-drone Turki.

Suriah sendiri menghadapi serangan dari dua negara tetangganya. Di selatan mereka diserang musuh bebuyutanya Israel dan di utara ada Turki yang terus merangsek maju.

Sedangkaan sistem pertahanan udara buatan Rusia yang dioperasikan Suriah teknologinya lebih “terbelakang” antara lain sistem pertahanan udara S-125, Osa dan Igra.

Sedangkan sistem pertahanan udara terbaru buatan China justru dipuji Suriah karena setingkat lebih baik.

Radar yang berfungsi dilaporkan diproduksi dan dikirim oleh China dalam beberapa tahun terakhir, seperti sistem jarak jauh JY-27 dan JYL-1 serta radar LLQ120 yang mendeteksi target pada ketinggian rendah. Radar-radar itu, kata sumber militer Suriah, bekerja dengan sukses dalam mendeteksi rudal Israel dan membantu keberhasilan beberapa rudal yang ditembakkan sistem pertahanan udara Rusia.

Solusi potensial, menurut Avia.pro, adalah Suriah mengimpor lebih banyak radar China untuk bekerja bersama dengan sistem pertahanan Rusia.

Baca Juga:  AL Filipina Gunakan SSV Buatan Indonesia Dalam Perang Lawan ISIS

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan