Taiwan Diizinkan Beli Senjata Amerika Senilai 5 Triliun Rupiah

Jika ingin bukti kelicikan politik Amerika Serikat (AS), maka Taiwan adalah bukti paling faktual. Sampai sekarang AS tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Taiwan, AS mempertahankan hubungan informal dan merupakan penyedia senjata utama Taipei.

Tujuanya, agar Taiwan terus menjadi duri bagi China. Beijing sendiri selalu memprotes transaksi pembelian senjata AS-Taiwan, menudingnya sebagai upaya mencegah reunifikasi China Raya.

Kongres Amerika Serikat ( AS) dilaporkan menyepakati penjualan senjata ke Taiwan secara de facto.

Persetujuan itu memberi jalan bagi Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan kesepakatan transaksi bernilai 330 juta dollar AS, atau Rp 5 triliun.

Ketika menerusan penjualan itu ke Senat September lalu, Pentagon menyebut kerja sama itu bakal memberi kontribusi bagi kebijakan luar negeri dan keamanan AS.

Dalam penbahasan dengan tenggat waktu selama 30 hari yang berakhir Rabu (24/10/2018), tidak ada penolakan yang keluar dari anggota Kongres.

Dilansir SCMP Jumat (26/10/2018), Pentagon menyatakan, transaksi itu meliputi penjualan suku cadang jet tempur F-16, F-CK-1 Ching-kuo, pesawat C-130, maupun kebutuhan logistik militer lainnya.

Pengesahan penjualan itu merupakan yang kedua sejak Presiden Donald Trump menjabat. Tahun lalu, Washington menyepakati penjualan senjata senilai 1,4 miliar dollar AS, atau Rp 21,3 triliun.

Kabar penjualan itu terjadi beberapa hari setelah dua kapal perang AS dilaporkan melewati Selat Taiwan untuk melakukan transit.

Baca Juga:  Konvoi Kendaraan Militer Amerika Serikat Kena Tilang di Jerman

Selain itu terdapat konferensi industri pertahanan AS-Taiwan di Annapolis, Maryland, dan direncakan bakal dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Chang Guan-chung.

Dewan Bisnis AS-Taiwan selaku penyelenggara berkata, konferensi tersebut bertujuan memantapkan hubungan kerja sama dua negara di bidang pertahanan pada masa depan.

Belum ada reaksi dari China setelah penjualan itu disepakati Kongres. Namun, Beijing dilaporkan selalu menentang penjualan maupun kontak dengan Taiwan.


China menganggap Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya yang harus kembali dipersatukan menggunakan paksaan jika diperlukan.


Menteri Pertahanan China Wei Fenghe berujar Negeri “Panda” merupakan satu-satunya negara besar di dunia yang masih belum bersatu.

Dalam pembukaan forum keamanan di Beijing, Wei menuturkan militer mempunyai tanggung jawab menjaga wilayah Chang untuk tak lepas satu inci pun.

“Karena itu, jika terdapat upaya untuk melepas Taiwan dari China, maka militer bakal menggunakan segala cara untuk menggagalkannya,” tegas Wei.

Sumber: kompas.com

1 Komentar

Tinggalkan Balasan