Tak Lagi Terikat Perjanjian, Ini Perbandingan Rudal Nuklir Rusia dan Amerika

Amerika Serikat ( AS) telah mengumumkan mereka keluar dari perjanjian pembatasan rudal nuklir paska Perang Dingin yang dibuat dengan Rusia. Ini artinya kedua negara memasuki babak baru, yaitu perlombaan rudal nuklir lagi.

Sebekumnya kedua negara terikat perjanjian bernama Kesepakatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang keduanya sepakat untuk tidak pengembangan rudal jarak menengah yang jangkauanya antara 500 hingga 5.500 km.

Keputusan mengejutkan AS disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat menghadiri KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, mengumumkan penarikan resmi setelah Rusia menyebut perjanjian itu sudah “mati”.

Pompeo pun mengatakan bahwa AS sedang mencari perjanjian baru pengendalian senjata yang melebihi perjanjian bilateralnya dengan Rusia dan menyerukan agar Beijing turut dilibatkan dalam diskusi.

“AS menyerukan Rusia dan China untuk bergabung dengan kami dalam kesempatan ini untuk memberikan hasil keamanan nyata kepada negara-negara kami dan seluruh dunia,” kata Pompeo.

Jika runtuhnya perjanjian nuklir itu membuat dunia, utamanya Eropa khawatir, berapa sebenarnya jumlah senjata nuklir yang dipunyai oleh AS dan Rusia?

Dilansir dari Federation of American Scientists per Juli 2019 via BBC, berikut merupakan perbandingan senjata nuklir antara AS dan Negeri “Beruang Merah”:

1. Amerika Serikat

– Total Senjata Nuklir: 6.185
– Dipensiunkan Namun Masih Utuh: 2.385
– Disimpan dalam Gudang: 3.800
– Ditempatkan secara Strategis: 1.750

Baca Juga:  Jatuh Lagi, Pesawat Tempur MiG-29 Milik AL India

2. Rusia

– Total Senjata Nuklir: 6.500
– Dipensiunkan Namun Masih Utuh: 2.170
– Disimpan dalam Gudang: 4.330
– Ditempatkan secara Strategis: 1.600

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sudah menyatakan bahwa mereka khawatir dengan perlombaan senjata baru, dan menegaskan tidak ingin Eropa menjadi lokasi penempatan rudal nuklir.

Sementara Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg menyebut runtuhnya perjanjian masa Perang Dingin adalah “ancaman” bagi keamanan Eropa.

“Eropa tidak boleh mengalami babak baru dalam lomba membuat senjata,” kata Schallenberg dikutip AFP. “Akhir dari perjanjian INF adalah ancaman bagi keamanan di Eropa,” lanjutnya.

Schallenberg menjelaskan di tengah krisis yang terjadi, dia menekankan perlunya solusi diplomatik untuk membangun kembali kepercayaan dalam mencegah kolapsnya INF.

Sumber: kompas.com

1 Komentar

  1. xixixixiii…banyak banyak disimpan untuk apa ❓
    kalou ada kecelakaan siapa yang rugi coba ❓
    sudah lebih baik sedekahkan saja pada orang yang kurang mampu macem maloon neh…kan pahala…sapa tau berlipat ganda tuh rudal nuk nya…❗❗❗

Tinggalkan Balasan