Taktik Jitu Jet Tempur Israel Mengecoh Rudal S-300 Saat Menyerang Suriah

Reputasi sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia langsung ambruk sefelah pesawat tempur Israel sekelas F-16 berhasil mengecohnya.

Seperti dikutip dari Jpost.com (27/12), Israel dilaporkan berhasil melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah pada malam 25 Desember 2018. Serangan itu sukses menggempur banyak sasaran di pangkalan udara Suriah yang digunakan oleh Iran.

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana Israel selamat dari ancaman tembakan rudal S-300PMU-2 Favorit yang dipasok oleh Rusia untuk Suriah? Jawabannya adalah jet tempur Israel melepaskan rudal udara-darat saat masih terbang di atas Lebanon.

Pelepasan senjata di atas wilayah Lebanon ini secara efektif tidak memungkinkan S-300 untuk menembak, walaupun radarnya mungkin bisa membayangi dan mengunci jet-jet tempur F-16I Sufa yang melancarkan serangan udara tersebut.


Israel sudah pasti menggunakan bom-bom pintar dan rudal seperti SPICE-1000, SPICE-2000, dan GBU-39 SDB (Small Diameter Bomb) untuk menghancurkan sasarannya dan melumpuhkan sejumlah gudang penyimpanan rudal dan roket Iran yang diselundupkan untuk Hizbullah.


Sekali lagi, Israel membuktikan dirinya mampu bersinar di tengah ancaman negara seperti Rusia dan Suriah, plus Iran yang diam-diam mengirim senjata ke Suriah.

Sumber: UC News/Aryo Nugroho

Baca Juga:  Korea Selatan Kembangkan Frankenmisssile Untuk Hadapi Tetangganya

3 Komentar

  1. Beda negara teroris sama negara suriah..suriah merelakan negara di bom israel untuk menghindari jatuh korban banyak seandainya suriah membalas pesawat israel ngumpet di pesawat penumpang sipil ratusan orang jadi korban.beda negara berakhlak dan negara tukang bantai bayi2 palestina

  2. Tidak perlu s300 yang dibutuhkan hanya pemandu canggihnya saja agar presisi krn Untuk rudal cukup s200. Kehandalan operator suriah lah jawabannya ingat the man behind the gun. Ingat setelah gempuran ratusan tomahawk Amerika dan rudal prancis suriah mampu bertahan. Suriah wajib menghemat peluru untuk perang panjang hanya yang berpotensi strategis saja yang dihancurkan dengan rudal canggih. Gempuran terhadap markas yang sebenarnya juga sdh hancur oleh perang krn dan harganya lebih murah dr rudal canggihnya tentu dikorbankan dengan dg me warning staff nya.

  3. Ada yang kelewat… Israel ngumpet dengan memanfaatkan pesawat terbang sipil yang akan mendarat di Damaskus dan Beirut… taktik baru yang digunakan oleh Israel setelah sebelumnya mengumpankan pesawat militer Russia… bagi S-300 jelas bukan masalah untuk menembak F-16 dimanapun posisinya… tetapi memanfaatkan pesawat sipil sebagai tameng, jelas akan membuat sistem pertahanan lebih hati2 menyerang posisi pesawat tempur Israel

Tinggalkan Balasan