Takut Sanksi AS, Indonesia Batalkan Sukhoi Su-35 Dari Rusia Dan Siap Beli F-35

Pemerintah Indonesia telah membatalkan rencana untuk mengakuisisi pesawat tempur mesin ganda Sukhoi Su-35 dari agen ekspor senjata Rusia Rosoboronexport, demikian berita yang dilansir oleh Bloomberg (12/3/2020). Yang mengejutkan, Indonesia juga meminta kesempatan untuk membeli F-35.Pemerintahan Trump menekan Indonesia agar membatalkan kesepakatan untuk membeli jet tempur buatan Rusia dan kapal perang buatan China, ini bagian kebijakan Undang-undang CAATSA, yang mengatur pengenaan sanksi terhadap negara sahabat yang membeli senjata dari musuh Amerika Serikat. Undang-Undang Amerika Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).Kesepakatan antara Indonesia dan Rusia telah dinegosiasikan sejak 2017, dan sebuah kontrak ditandatangani pada Februari 2018 untuk penjualan 11 pesawat Sukhoi Su-35 untuk Angkatan Udara Indonesia, sebagai pengganti armada mereka yang sudah tua dari Northrop F buatan AS. -5E / F Tiger II petarung ringan.Indonesia tidak dapat memajukan kontrak karena masalah CAATSA, meskipun pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan AS untuk membebaskan Indonesia dari kemungkinan sanksi.Pemerintah Indonesia berencana untuk membayar Rusia melalui skema barter, menawarkan minyak kelapa sawit, karet, biji kopi dan rempah-rempah untuk membayar para pejuang yang bernilai sekitar US $ 1,1 miliar.Sementara Indonesia berusaha untuk mendapatkan pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, Indonesia juga sedang bernegosiasi untuk akuisisi pesawat tempur dari AS, F-16 Viper Block 70/72. Namun ada laporan juga yang menyebutkan bahwa Indonesia juga tertarik pada pesawat tempur generasi kelima F-35A Lightning II.Tentang tawaran F35, ini bukan hal yang baru karena pada tahun 2006 ketika dibawah Menhan Juwono Sudarsono pihak Indonesia juga pernah ditawari untuk mendapatkan Joint Strike Fighter (JSF) yang merupakan nama resmi F35 dengan syarat harus membeli dahulu jet tempur tercanggih AS saat itu yaitu F16 Block 52.

5 Komentar

  1. Jk terjadi konflik dgn Tiongkok perihal perairan Natuna, ada alasan kuat Indonesia punya F35 dibanding SU35, krn Tiongkok sdh punya SU35 lbh dr 1 skuadron, bukan 11 unit. Pihak Tiongkok pasti paham dgn kekuatan SU35 nya. Jk Indonesia pakai SU35 dlm menghadapi SU35 nya Tiongkok, mereka akan mudah mengetahui kelemahannya. Jd pilihan realistis jk Indonesia memilih F35, generasi ke-5 dan punya kemampuan stealth pula. Soal embargo yg dulu itu krn militer Indonesia punya catatan buruk di Timtim. Utk itu jangan mengulangi kesalahan serupa agar tak diembargo lg…

Tinggalkan Balasan ke Acuk Andrianto Batalkan balasan