Tangis Prajurit di Hari Terakhir Berdinas

Peresmian renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Dandim dan Bupati Blitar di Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Selasa (30/8/2016) menjadi momen tak terlupakan bagi Sersan Mayor Sukarji (52).

Hari itu, Sukarji yang menjabat Babinsa Desa Ngaglik menunaikan tugas terakhirnya sebagai anggota TNI. Sejak sebelum acara dimulai, Sukarji nampak beberapa kali matanya seperti mau menangis. Rekan-rekannya di Kodim Blitar pun juga meluapkan rasa harunya. Karena esok, Sukarji akan menjalani masa pensiun sebagai anggota TNI.

“Hari ini merupakan tugas terakhir saya, besuk saya akan pensiun. Kegiatan hari ini adalah salah satu momen terindah dalam hidup saya,” kata Sukarji kepada BlitarTIMES, Selasa (30/8/2016)

Sukarji pun bercerita, 34 tahun dia menjalani tugas sebagai anggota TNI. Tahun 1982 tepatnya bulan September dia masuk TNI dan mendapatkan tugas dinas pertama di Palembang. Setahun berikutnya, dia ditugaskan di Timor Timur untuk membantu mengatasi permasalahan di sana selama 13 bulan.

“Waktu itu Timor Timur miskin sekali dan jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Banyak masyarakat di sana yang kelaparan. Kami dari TNI ditugaskan memperbaiki rumah warga, memperbaiki  jalan. Bantuan dari luar yang masuk ke Timor Timur waktu itu cukup banyak diantaranya tenaga guru,” imbuhnya.

Menjadi TNI harus siap ditugaskan kemana saja, Sukarji pun sering dipindahkan tugas dari satu kota ke kota lainnya. Tahun 1988 dia dipindahtugaskan ke Palembang, tahun 1994 dia dipindah ke Surabaya.

“Setahun berikutnya saya pindah ke Kodim 0808 Blitar, saya pulang kampung dan ditugaskan sebagai Babinsa sejak tahun 1995,” terang Sukarji dengan mata berkaca-kaca.

Tepat 2 tahun yang lalu, Bapak dua anak ini diangkat tugas sebagai Babinsa Desa Ngaglik, desa tempat kelahiran dan kampung halamannya.  Meski sudah akrab dengan lingkungan setempat, di awal bekerja ternyata tidak mudah, belum semua orang mengetahui kerja Babinsa.

“Saya intens melakukan sosialisasi, masyarakat saya kasih tahu. Kadang jika ada acara meskipun tidak diundang saya selalu datang, dari situlah akhirnya warga mengenal fungsi dan tugas Babinsa,” ujarnya.

33 tahun bertugas sebagai TNI, Sukarji mengaku mengagumi para komandan yang pernah memimpinnya. Komandan Kodim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani memiliki kesan khusus bagi Sukarji. “Pak Dani itu orangnya disiplin dan teliti sekali,” ungkapnya.

Sukarji sangat bangga bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara dengan menjadi  TNI. Terlebih, sepanjang kariernya dia tidak pernah berkonflik dengan temannya.
“Saya tidak pernah merasa lelah menjadi anggota TNI, tahu-tahu usia semakin tua dan gigi saya habis,” tuturnya.

Usai pensiun, dia tidak mau berhenti berkarya. Uang hasil tabungan dan tunjangan pensiun akan digunakannya utnuk mengembangkan usaha penggemukan sapi.

Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani memberikan sebuah pesan kepada Sukarji. Di masa pensiun nanti, Dandim meminta kepada Sukarji untuk tetap berkarya bagi masyarakat serta memberikan citra dan contoh yang positif TNI di masyarakat.
“Setelah pensiun Pak Karji harus menjadi panutan bagi masyarakat, jangan berhenti berkarya,” kata Dandim kepada Sukarji seperti dilansir jatimtimes.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan