Tank Harimau Hitam Buatan Pindad Banyak Dilirik Negara Asing

Sejak tampil kali pertama dalam perayaan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, Tank Harimau Hitam sudah ada pemesanan sebanyak 100 unit.

“Sudah ada peminat dari luar. Dari dalam saja sudah cukup banyak. Waktu kemarin launching kan pak menteri (Menhan) sempat ngomong kurang lebih awal aja, sudah 100 unit,” kata Direktur Utama PT Pindad Persero, Abraham Mose, di Malang, Jawa Timur, Senin (9/10/2017).

Pembuatan Medium Tank yang diberi nama Harimau Hitam itu merupakan kerjasama antara Republik Indonesia (PT Pindad) dengan Turki (FNSS)


“Jadi 50 persennya itu kita membangun sendiri, kemudian Turki membangun sendiri, tapi engineer di Turki bantu membangun,” kata Direktur Teknologi dan Suplai PT.Pindad Persero, Ade Bagdja.

Nanti, saat test engineer, Turki akan ikut di Indonesia, sehingga produk tersebut menjadi hasil pengembangan PT Pindad.
“Tetapi begitu kita bicara mass product itu sudah menjadi produk Pindad,” ujarnya.

Lanjutnya, selain di Indonesia sudah banyak negara regional lain yang sudah bertanya tentang si Harimau Hitam yang masuk kelas medium Tank.

“Selain indonesia, negara regional lain juga berminat sudah bertanya itu, karena mereka sudah mendengar pemberitaan hasil produk medium tank kita. Awalnya seratus tapi kebutuhannya jauh lebih banyak,” ujar Ade.

Meski telah diminati negara lain, ia tak ingin membocorkan lebih lanjut negara-negara mana saja yang sudah melirik medium Tank. Menurutnya, pemenuhan medium Tank di Indonesia saja belum terpenuhi.

Baca Juga:  PTDI Bangun Helikopter Panther Anti Kapal Selam Untuk TNI AL

“Iya normalnya menunggu, tapi yang jelas mereka sudah lihat unjuk kerja dari medium tank kita dan mereka sudah melihat niat baik dari pemerintah kita. Kalau sudah gini kalau pesan belakangan ya dapatnya belakangan. Kita kan nanti akan optimalkan,” ujar Ade.

Sebelumnya menjual ke luar negeri, Medium Tank harus melewati beberapa fase dalam proses sertifikasi.
Tank Harimau Hitam di akhir 2017 atau awal 2018 akan diuji seluruhnya.

“Uji mobilitas termasuk uji tembak bagus apa tidak. Setelah itu beres baru tahap sertifikasi. Sertifikasi itu sebuah persayaratan kalau sebuah produk bisa digunakan dan bisa dibeli oleh TNI,” kata Ade.

Ditambahkannya, medium Tank pertama kali dikembangkan sejak tahun 2014 dan diharapkan pertengahan 2018 sudah melengkapi dokumen sertifikasi.


“Harapannya pertengahan 2018 kita sudah punya semua dokumen. Untuk pemesanan dilakukan 2018 dan deliverynya dilakukan 2019,” kata Ade.

Medium Tank merupakan tank berkapasitas 3 orang dengan berat 35 Ton, kecepatan 70 km/jam, memakai teknologi sistem kewaspadaan mandiri, Hunter killer System, battle management System, proteksi level 5.

Sumber : tribunnews.com

Advertisements

2 Komentar

  1. Turretnya kelihatan konvensional. Kurang landai. Juga belum ada rcws sehingga gunner di palka rentan terjangan peluru. Coba ditambahkan ERA dan ATGM. Pasti lebih jozz..

Tinggalkan Balasan