Tank Leopard Jadi Juara Dalam Lomba Tank Eropa

Tank Leopard berhasil jadi jawara dalam kompetisi tank di Eropa, Strong Europe Tank Challenge 2017. 

Dalam lomba tersebut, Leopard hadir dalam wujud tank Panzer (Pz) 87 milik Austria. Austria membeli Leopard bekas milik Jerman lalu menamai ulang menjadi Pz87. 

Kemenangan Austria sendiri cukup bikin heboh, selain bukan negara NATO ini adalah kali pertama Austria mengikuti kompetisi ini. Mengalahkan Tank Abrams milik Amerika Serikat sebagai patron pelindung Eropa hanya mampu menempati posisi ketiga.

Kompetisi Strong Europe Tank Challenge yang merupakan lomba ketangkasan tingkat peleton diselenggarakan untuk tahun kedua secara berturut-turut untuk menguji kecakapan para awak tank alias tanker untuk mengenali musuh, menilai kerusakan, melakukan evakuasi, penanganan cedera, dan kecakapan fisik, akurasi penembakan meriam, dan kemampuan bermanuver secara presisi dan mengatasi berbagai macam rintangan.

Tahun ini kompetisi dilangsungkan di Grafenwoehr Range, selatan Jerman yang terletak di dekat kota Eschenbach dan disponsori oleh Amerika Serikat dalam hal ini 7th Army Training Command dan Bundeswehr Jerman.

Amerika Serikat mengirimkan peleton tanknya dari 1st Battalion, 66th Armor Regiment, 3rd Armored Brigade Combat Team, 4th Infantry Division.

Lomba ini diselenggarakan selama durasi lima hari mulai 7-12 Mei 2017 dan melibatkan enam negara yaitu Amerika Serikat, Perancis, Austria, Ukraina, Jerman, dan Polandia.

Negara seperti Denmark yang tahun lalu ikut dan masuk sebagai juara, tahun ini absen. Masing-masing negara mengirimkan tank jagoannya.

Baca Juga:  Boustead dan AL Malaysia Lakukan Peletakan Lunas LCS Frigat Gowind Ketiga

AS membawa M1A2 Abrams SEP, Jerman memboyong Leopard 2A6, Ukraina membawa T-64BV modernisasi, Perancis membawa Leclerc T5, dan Polandia membawa Leopard 2A5. Materi lomba dilangsungkan baik di dalam maupun di luar tank.


Di luar Austria sebagai juara umum, posisi kedua ditempati oleh Jerman yang tahun lalu menempati posisi juara, dan posisi ketiga diisi oleh Amerika Serikat.

Posisi paling buncit diisi Polandia, dengan Ukraina bertengger di atasnya. Kejar-kejaran berebut posisi juru kunci sempat berlangsung sengit selama tiga hari, sebelum akhirnya Ukraina berhasil mengungguli Polandia dalam hal akurasi penembakan.

Untuk mata lomba akurasi penembakan, hasil yang diperoleh masing-masing kontingen sebenarnya hanya berselisih sedikit, mengingat tiga dari enam negara membawa tank keturunan Leopard 2.

Sementara itu, para awak tank juga diuji kecakapan fisiknya dengan mata lomba halang rintang dan juga lomba membawa amunisi meriam utama dan juga kotak peluru untuk senapan mesin koaksial.


Setiap awak tank juga diwajibkan mengikuti kompetisi tembak reaksi dengan pistol, dan juga akhirnya tugas yang paling sulit: memperbaiki roda rantai tank, termasuk melepas link yang rusak dan mengatur kerenggangan antar sambungan rantai.

Walaupun namanya kompetisi, tujuan akhir dari SETC 2017 adalah untuk memperkuat ikatan antara militer negara-negara NATO, khususnya untuk menumbuhkan semangat interoperabilitas.

Hal ini dipandang penting mengingat Rusia yang terus-menerus berulah di Ukraina dan dipandang berupaya membangkitkan kembali semangat untuk menganeksasi wilayah-wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet dan Pakta Warsawa.

Baca Juga:  Amerika Serikat Siap Invasi Venezuela

Sumber : angkasa.grid.id

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan