Tank MBT Arjun, Tank Gagal Produksi Buatan India

Bukan India jika tidak diselimuti “Masalah” kepada alusistanya, sama seperti Vishal aircraft carrier yang memiliki segudang masalah, Arjun MBT juga tidak kalah besar masalahnya. Lalu apa saja yang dianggap Arjun adalah tank gagal?

Sebelum admin memasuki point utamanya, kita bahas singkat sejarah Arjun tank ini. Arjun MBT adalah tank generasi 3 milik India, tank ini dikembangkan dan dikerjakan oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) untuk India Army.

Masalah mulai muncul bertubi tubi sejak tahun 1990an hingga 2000, hal ini menyebabkan India terpaksa memesan T-90S dari Russia. 2010 tank Arjun diadu kekuatan dengan T-90S dengan hasil “Memuaskan” bagi India Army, maka dari itu mereka memesan 124 unit untuk Arjun Mk-I dan 124 unit untuk Arjun Mk-II.

Sebenarnya pengembangan Arjun sudah ada sejak 1970an, proyek Arjun terus diselimuti oleh masalah pembekakan anggaran proyek. Akibatnya proyek terus tertunda hingga 37 tahun lamanya, tahun 1974 India menyetujui membiayai proyek sebesar $2,2 Juta (Kurs 1970), namun membengkak pada tahun 1995 menjadi $41,8 Juta akibat perubahan persyaratan dan inflasi.

Apesnya, hasil akhir dari Arjun Mk-I tidak membuat pemerintah India puas, maka tank tersebut ditingkatkan kemampuannya, dan muncul lah Arjun Mk-II. Lalu kita masuk point utamanya, kenapa Arjun MBT disebut tank gagal?


1) Arjun tank memiliki bobot terlalu besar, Mk-I 61 ton, Mk-II 68 ton. Ini tentu saja jika berperang dengan Pakistan, tank ini sulit melewati jembatan Punjab, lalu sulit melewati medan Himalaya jika berperang dengan PRC.

Baca Juga:  Kacau Balau Sistem Radar Tebaru Amerika

2) Arjun tank memiliki desain interior gaya ala M1 Abrams dengan 4 awak untuk loader, driver, commander dan gunner. Namun lucunya doktrin Arjun tank menggunakan ala Uni Soviet, kita ketahui tank Uni Soviet hanya 3 awak dan tidak perlu loader. Akibatnya banyak kasus latihan tembak, para loader Arjun tank tidak memiliki kemampuan yang memuaskan.


3) Pemerintah India mewajibkan Arjun tank menggunakan suku cadang lokal, namun kenyataannya DRDO membuat Arjun tank dengan 55% suku cadang dari luar negeri. Bahkan banyak komponen penting yang berasal dari luar negeri, akibatnya biaya pemeliharaan membengkak dan beresiko bila India krisis diplomatik maka komponen tersebut akan dilarang masuk ke India.

4) Harga per unit Arjun tank bisa dikatakan terlalu mahal, untuk Mk-II saja memiliki harga $8,2 Juta/unit hampir sama dengan harga K2 Blackpanther Korea Selatan. Bahkan untuk harga satu unit Mk-II ini setara harga dua unit T-90 Bhisma, padahal kemampuan kurang lebih sama. Nah jika ada negara lain yang ingin membeli Arjun Mk-II maka harganya lebih mahal dari pada harga diatas, kenapa? Karena tank tersebut 55% komponennya berasal dari luar negeri.

Apa pembelajaran dari Arjun MBT India ini? Bila sebuah negara yang ingin membangun main battle tank, maka industri dalam negeri tersebut harus siap terlebih dahulu. Butuh 10-15 tahun untuk membangun industri untuk main battletank, ditambah 15-20 tahun untuk mengembangkan main battletank hingga mencapai sempurna.

Baca Juga:  Pesawat Dicegat di Langit Suriah Oleh Jet Tempur Rusia, Amerika Protes

Sumber: Militer Alutsista

6 Komentar

    • Gak lah, Pertama tank kita tidak terlalu berat, lewat jembatan aman. Kedua harganya murah. Ketiga sudah pake auto loader, cuma 3 tentara. Keempat walaupun impor, kayaknya Turki dan negara eksportir suku cadang tank kita gak ada yang dekat secara geografis sama kita, risiko konflik sangat kecil

  1. MBT GEN 3, wouw sungguh menggentarkan sekali. walau harganya pun selangit. tapi demi efek deterent dan kemanan negara tentu saja uang bukan hal utama. salah satu TOT dg skema pembelian yang banyak toh bisa terjawab. apalagi yg namanya tekhnology semakin lama semakin usang.

  2. Manual Loader… Jerman saja menyatakan kalau untuk meningkatkan kemampuan daya serang maka cara termudah ya memperbesar kaliber meriam… dan ketika meriam sudah semakin besar dan berat maka sistem manual loader semakin tidak relevan…
    Itulah mengapa Jerman mengawinkan Leopard dengan turret Leclerc yang sudah menggunakan sistem auto loader..

Tinggalkan Balasan