Tank Medium Pindad Kembali Diuji di Pantai Setrojenar Kebumen

PT Pindad melanjutkan serangkaian uji terhadap Medium Tank yang dikembangkan bersama FNSS Turki. Setelah meraih hasil memuaskan dalam uji ketahanan daya ledak ranjau, tank karya dalam negeri itu dilakukan uji daya gerak dan mobilitas pada 7-16 Agustus 2018.

Pada Sabtu (11/ 08) dilakukan serangkaian di kawasan Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen. Serangkaian uji yang dilakukan antara lain uji cepat rendah, uji lintas pasir terurai, uji lintas pasir bukit bersemak, sebagaimana dilansir dari laman Suara Medeka (12/ 08).

Penguji dari Dislitbangad Mayor Inf Suratmoko menjelaskan, uji cepat rendah dengan menempuh jarak 10 km tidak ada kendala. Selanjutnya, uji lintas pasir terurai di pinggir pantai dengan jarak 1 km PP dengan waktu tempuh 2,15 detik.


Sedangkan uji lintas pasir bukit bersemak dengan jarak 3 km PP juga cukup memuaskan dan tidak ada kendala. “Jadi cukup handal dalam melaksanakan pengujian di daerah pasir,” ujar Mayor Inf Suratmoko kepada wartawan di sela-sela pengujian.

Sebelumnya, berbagai uji dilakukan dalam daya gerak meliputi uji jelajah on road, offroad, ketahanan 3×24 jam. Rute yang dilalui dari Bandung menuju Subang, Sarangan, Yogyakarta, Kebumen dan Kembali ke Bandung. Setelah uji daya gerak akan dilaksanakan daya gempur pada 27-30 Agustus.

Manager Pengembangan Produk dan Proses Kendaraan Khusus PT Pindad selaku Kepala Program Pengembangan Medium Tank, Windu Paramarta menjelaskan, uji ini bertujuan untuk mengetahui performa mobilitas kemampuan medium tank dalam kondisi baik, memenuhi persyaratan dan spesifikasi desain.

Baca Juga:  Mayjen Eko Margiyono Danjen Kopassus Baru Gantikan Mayjen Madsuni

Rangkaian uji ini merupakan kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan Dislitbangad dan didukung oleh PT Pindad dan FNSS sebagai mitra uji. Rangkaian uji untuk memenuhi syarat dan spesifikasi yang dimiliki TNI untuk melengkapi kemampuan unjuk kerja teknis dari medium tank.

“Setelah rangkaian uji selesai harapannya medium tank secepatnya bisa mengisi kebutuhan TNI akan alutsista yang modern,” ujar Windu Paramarta.


Medium tank rancangan Pindad dan FNSS memiliki kemampuan pertahanan balistik dan anti ancaman ranjau terkini. Medium tank generasi terbaru dilengkapi dengan kemampuan daya gempur yang luas dari perlindungan jarak dekat untuk pasukan infantri hingga pertempuran antar kendaraan tempur.

Medium Tank memiliki bobot 32 ton, power 20 HP/ton, kecepatan maksimal 70 km/jam. Tank ini bisa menampung tiga orang kru, yang terdiri atas komandan, penembak dan pengemudi. Tank ini dilengkapi dengan senjata utama turret Kaliber 105 mm yang memiliki daya hancur besar.

Medium tank juga dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru, seperti sistem kewaspadaan mandiri, hunter killer system perlindungan pasif, battle management system. Kemudian proteksi level 5. Turret medium tank memiliki mekanisme autoleader dengan 12 butir peluru di turret dan 26 butir peluru.

Sumber: lancerdefense.com/merdeka.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan