Tank Merkava Mk-4 Israel, Dinobatkan Jadi Yang Paling Mematikan di Dunia

Tank Merkava Mk.4 telah dinobatkan sebagai salah satu tank mematikan di dunia, setara dengan T-14 milik Rusia, Leopard 2A7 atau M1A2 Abrams milik AS.

Penobatan Merkava sebagai salah satu tank mematikan di dunia itu dilakukan oleh majalah Amerika Serikat, The National Interest.

Dilansir dari Jerusalem Post, Merkava merupakan tank pertama buatan dalam negeri Israel yang menjadi kendaraan tempur utama Pasukan Pertahanan Israel (IDF).


Tank yang mulai dibuat pada tahun 1978 itu dirancang oleh seorang jenderal pertahanan Israel, Mayor Jenderal Israel Tal, usai pecahnya Perang Yom Kippur, antara Israel melawan Arab, pada 1973.

Tank tersebut pertama kali diturunkan dalam peperangan saat Perang Lebanon I pada 1982.

Tank Merkava juga menjadi salah satu kendaraan lapis baja pertama yang dilengkapi dengan sistem pertahanan aktif (APS) Trophy, yang telah terbukti berfungsi dalam perang melawan misil kendali anti-tank.

“Dengan jumlah populasi umum yang kecil, di mana kerugian kecil akan dirasakan seluruh negeri, militer Israel membayangkan tank yang mempriotitaskan kemampuan pertahanan dan persenjataan, “tulis laporan The National Interest.”


Pembangunan tank tempur baru oleh Israel, sebuah negara kecil, tentu merupakan pencapaian besar,” tambah laporan tersebut.

Tank Merkava dilengkapi pelindung baja modular hibrida, yang disebut dapat memberi perlindungan sempurna pada bagian kubah dan lambung depannya.

Sistem Trophy yang dikembangkan Sistem Pertahanan Terdepan Israel, Rafael, bersama dengan Industri Pesawat Israel, Elta Group, disebutkan dalam laporan itu sebagai salah satu aspek terpenting dari Merkava.

Baca Juga:  Bomber Terbaru Tupolev Tu-22M3M Siap Mengudara Tahun Ini

Sistem tersebut dirancang untuk dapat mendeteksi dan menetralisir rudal yang datang. Menggunakan empat antena radar dan pengendali tembakan untuk melacak ancaman yang datang, seperti rudal kendali anti-tank (ATGM) maupun granat berpeluncur roket (RPG).

Setelah mendeteksi adanya rudal atau peluru yang masuk, sistem tersebut akan melepaskan proyektil untuk menetralkan serangan.

Sistem itu pertama dipasang dalam tank Merkava sejak 2009 dan pertama kali berfungsi dalam konflik dengan Palestina pada Maret 2011.

Sistem itu terbukti mampu menetralkan serangan roket-roket anti-tank yang ditembakkan dari jarak dekat. Keberhasilan sistem pertahanan itu membuatnya dilirik oleh militer negara lain, salah satunya AS.

Sekutu Israel itu membeli sistem Trophy untuk dipasangkan dalam kendaraan lapis baja, Stryker milik angkatan darat mereka.

Israel telah membangun lebih dari 2.000 unit tank Merkava dan saat ini sedang mengembangkan generasi terbaru, yang disebut Merkava Mk. 4 pada 2020.

Merkava IV didesain sebagai “tank pintar” dengan puluhan sensor dan sistem komputerisasi, yang akan menyajikan informasi bagi awak di dalam tank serta rekan lain di lapangan.

Dengan sistem kendali tembakan komputer, tank ini mampu mengunci target dan menembak sasaran bergerak, bahkan saat tank sedang bergerak.

Kendaraan lapis baja itu turut dilengkapi sensor dengan kamera 360 derajat di bagian luar yang memungkinkan awak di dalam tank melihat situasi di luar secara menyeluruh.

Baca Juga:  Rusia Siap Jual Rudal Maut Iskander-M ke Negara ASEAN, Indonesia Berminat?

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan