Tawarkan Patriot PAC 3, Amerika Berusaha Gagalkan Penjualan S-400 Rusia ke Turki

Di tengah hubungan Amerika Serikat (AS) dan Turki yang terus memanas akibat kasus kudeta dan sikap AS yang pro Kurdi. Sejatinya AS tidak rela jika Turki bersekutu dengan Rusia.

Hubungan Turki-Rusia sendiri sepanjang sejarah sebenarnya tak pernah akur. Di era Ottoman, keduanya pernah terlibat perang besar. Namun akhir-akhir ini, keduanya menjadi akrab. Bahkan Turki berencana memborong sistem pertahanan rudal S-400.

Media Turki Hurriyet (25/2) memberitakan bahwa Pemerintah AS berupaya dengan segala cara untuk membatalkan rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membeli empat baterai rudal S-400 dari Rusia.


Dikutip dari sumber di dalam Pemerintah AS, Administrasi Presiden Donald Trump menawarkan ganti dari sistem rudal S-400 untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Turki, yang dibicarkana dalam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Ankara, 15 Februari lalu.

Tawaran yang akan disodorkan oleh AS ke meja perundingan adalah sistem anti rudal dan pesawat Patriot PAC 3 dan sejumlah drone intai yang ingin dibeli oleh Turki di masa lampau, tetapi kemudian diblok oleh Pemerintah AS. Administrasi Presiden Donald Trump sendiri akan meratifikasi sejumlah aturan, termasuk ITAR, agar bisa berjualan senjata lebih leluasa.


Langkah AS ini dipandang sangat penting dan kritis mengingat Turki adalah anggota NATO. Jika Turki semakin berpaling ke Timur alias Rusia, ada resiko keamanan mengingat Turki merupakan lokasi dari sejumlah pangkalan penting NATO. (Aryo Nugroho/UC News)

Baca Juga:  Kapal Destroyer Aegis Pertama AL Australia Mulai Berlayar

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan