Tentara Amerika Diwajibkan Pakai Masker

Pasukan AS di seluruh dunia diwajibkan mengenakan masker, dan jika perlu harus menjahitnya sendiri, untuk melindungi terhadap virus corona.

Sekretaris Pertahanan AS, Mark Esper mengatakan arahan ini berlaku untuk semua personil: pasukan, anggota keluarga, warga sipil militer dan kontraktor.

Arahan tersebut diterapkan mengikuti rekomendasi yang dirilis oleh CDC, dan diberlakukan dengan nama SECDEF “Guidance on the Use of Cloth Face Coverings” DoDI 6200.03.

Dan berlaku efektif secepatnya, semua individu yang berada di properti federal baik militer, sipil, kontraktor, anggota keluarga maupun yang lainnya harus memakai penutup muka ketika physical distance sejauh 6 kaki tidak bisa dipertahankan di area publik serta pusat kerja.

Penutup muka yang direkomendasikan untuk dipakai adalah penutup muka yang memang diberikan (issued) seperti buff, neck gaiter, serta balaclava, maupun penutup muka dari bahan sehari-hari seperti kaos, sapu tangan, dan sebagainya. Yang penting area mulut dan hidung harus tertutup. Jika tidak issued personnel harus memastikan bahwa penutup muka tetap pantas dipakai dengan seragam, misal memiliki warna yang sama dengan seragam.

Rigger parasut dengan Grup Pasukan Khusus ke-1 (Lintas Udara), Kelompok Dukungan Batalyon menjahit masker bedah untuk pasien medis di Pangkalan Bersama Lewis-McChord, Washington, pada 31 Maret 2020.

JOE PARRISH / U.S Army

Personal medis harus memakai masker N95 maupun surgical mask tidak akan diberikan dengan adanya arahan ini, karena harus disimpan untuk tenaga medis yang membutuhkan. Juga direkomendasikan untuk membuat penutup muka jahitan atau quick cut buatan sendiri yang sesuai dengan arahan CDC, apabila tidak mempunyai penutup muka.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan