Tentara Australia Dilarang Memakai Kostum Yang Menyeramkan

Militer Australia mengeluarkan aturan baru yang bertujuan menghilangkan kesan seram dan ekstrim. Aturan barunteraebut melarang personel militer Australia menggunkan kostum dengan simbol-simbol menyeramkan.

Menurut Kepala Angkatan Darat Australia Angus Campbell instruksi pelarangan ini untuk mengikis imej seram dan arogan.

Instruksi tersebut telah disebarkan pada Selasa (17/4/2017), kemudian diunggah dalam media sosial oleh pihak-pihak tertentu.

Pada Kamis (19/4/2018), ABC News melaporkan, beberapa simbol secara khusus dilarang karena dianggap sebagai lambang kekerasan, pembunuhan dan main hakim sendiri.

Simbol-simbol itu termasuk Grim Reaper atau malaikat maut, tengkorak dan tulang menyilang, pasukan Sparta, dan Phantom atau Punisher.

Keputusan tersebut diambil setelah dia menemukan penggunaan simbol kematian sebagai tambalan atau lencana unit tentara di Australia dan di luar negeri.


Menurutnya, simbol itu bertentangan dengan nilai-nilai Angkatan Darat. “Simbol itu selalu dianggap buruk dan secara implisit mendorong penanaman keangkuha dan pengabaian terhadap tanggung jawab paling serius dari profesi kita,” katanya.

“Sebagai tentara, tujuan kami adalah untuk melayani negara, menggunakan kekerasan dengan kerendahan hati selalu dan belas kasih sejauh mungkin,” ucapnya.

Campbell mengakui keputusannya akan menuai kemarahan dari sebagian kecil tentara. “Saya ingin menegaskan kembali, penggunaan simbol itu tidak lazim dalam Angkatan Darat,” ujarnya


Topeng dan syal dengan gambar tengkorak biasanya digunakan oleh tentara Amerika Serikat dan telah dimasukkan ke dalam video game populer seperti Call of Duty.

Baca Juga:  7 Pesawat Tempur Rafale AU Prancis Mendarat Darurat di Aceh

Seorang tentara Perancis yang mengenakan syal seperti itu juga pernah terlihat di Mali, Afrika Barat, saat berperang melawan Al Qaeda pada 2013. Beredarnya foto tersebut memicu penyelidikan dan militer Prancis menyatakan perilaku semacam itu tidak dapat diterima.
(Veronika Yasinta/TSM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan