Tentara Darat AS dan Perancis Mulai Menyerbu Suriah?

Pasukan Militer Amerika Serikat dan Prancis dikabarkan sedang mengalirkan tentara darat dan kendaraan perang ke wilayah utara Suriah, terutama ke Al Hasakeh dan Manbij.

Kabar membanjirnya pasukan tempur kedua negara itu diwartakan jaringan televisi berita Al Manar Lebanon, dikutip Sputniknews, Rabu (2/4/2018).

Pasukan tempur AS dan Prancis mendirikan basis-basis pertahanan militer di dekat Sungai Sajour, sebelah utara Kota Manbij yang pernah dikuasai gerombolan ISIS.

Di saat bersamaan, kelompok bersenjata Kurdi membangun pos-pos pemeriksaan di dalam maupun di luar Kota Manbij.

Kelompok ini bersekutu dekat dengan koalisi barat dan Israel.

Manbij merupakan kota yang diincar pasukan Turki setelah mereka merebut Afrin.


Presiden Erdogan pernah bertekad meneruskan operasi militer memburu kelompok Kurdi ke kota ini.

Namun langkah Erdogan terhenti karena AS menyatakan akan membalas siapapun yang berusaha merebut kota ini. Kesiapan AS didukung sekutu dekatnya, termasuk Arab Saudi.


Sumber-sumber setempat menyebutkan, kini pasukan AS dan Prancis berada di antara wilayah yang dikontrol kelompok Kurdi dan pasukan Turki.

Awal pekan ini, kantor berita Fars News menyebut sebuah konvoi besar mengangkut 10 kendaraan tempur Humvee dan truk-truk pembawa rudal jarak pendek dari Kobane ke Manbij.

Pengerahan militer besar-besaran ini berlawanan dengan tekad Presiden AS Donald Trump yang ingin memulangkan pasukannya dari Suriah.

Trump menginginkan pasukan lain menggantikannya, termasuk pasukan Arab Saudi.

Baca Juga:  Kenapa Rusia Tidak Pernah Menembak Pesawat Israel Yang Serang Suriah?

Sejak 2014, koalisi barat dimotori AS masuk ke medan konflik Suriah dengan alasan ingin membasmi gerombolan ISIS. Intervensi AS ini tanpa mandat PBB maupun izin pemerintah Suriah.

Damaskus secara konsisten menyebut intervensi AS dan barat ini ilegal.

Suriah secara resmi meminta Rusia guna mengalahkan semua kelompok bersenjata yang ingin menggulingkan pemerintah Suriah yang sah. (Tribunjogja.com/Sputnik/xna)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan