Tidak Ada Pembelian Sukhoi Su-35 Dalam APBN 2017

Nasib pembelian sejumlah Alutsista baru bagi TNI bisa dipastikan pupus atau tertunda. Dalam Rancangan APBN 2017, opsi pembelian senjata baru oleh pemerintah sangat minim. Pembelian “hanya” panser dan meriam bagi TNI AD. Sedangkan TNI AU dan TNI AL dipastikan tak akan melakukan pembelian apapun.

Anggaran kementrian pertahanan, turun dari 108,7 Trilliun ke angkat 104,4 Trilliun. Meski hanya turun 4,3 Trilliun, tapi dalam detailnya opsi belanja bagi TNI didominasi Harwat / Pemeliharaan dan Perawatan. Berikut rincianya:


Walhasil pembelian sejumlah Alutsista yang selama ini tertunda seperti Sukhoi Su-35 akan mundur setahun lagi. Bakal calon draft kontrak pembelian Su-35 juga baru dalam tahap pembahasan antar duta besar bulan September ini. 

TNI AL juga tak mendapat limpahan Alutsista baru. Beberapa rumor kontrak pembelian kapal kelas korvet dan beberapa rudal canggih seperti Brahmos dipastikan pupus tahun 2017.

Kabar gembiranya adalah pembangunan Kesatriyan di Kepulauan Natuna yang akan dilengkapi dengan Den Arhanud (Detasemen Pertahanan Udara) dan Den Armed / Artileri Medan.


 Yang patut ditunggu, kira-kira senjata apa yang bakal diinstal di Natuna? jika hanya sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System). Akan menjadi dagelan, karena ancaman di Laut China Selatan adalah China. Minimal harus s-300 seperti yang dilakukan Vietnam.

Baca Juga:  Besok TNI AU Undang Warga Balikpapan Kunjungi Pesawat F-16 dan Hawk

2 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Indonesia Gadaikan Pangkalan Militer di Natuna ke Amerika Serikat? - militermeter.com

Tinggalkan Balasan