TNI AL Sedang Proses Membeli 2 Pesawat NC 212-200 MPA dari PT DI

TNI Angkatan Laut dilaporkan saat ini sedang dalam pembicaraan dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk membeli dua unit NC-212-200 versi MPA (maritime patrol aircraft), Pesawat MPA ini akan dilengkapi juga dengan kemampuan anti kapas selam yang akan ditempatkan di Skuadron 800 TNI AL, pangkalan udara Juanda, Surabaya.

Platform NC-212-200 mampu dikerahkan dari lapangan terbang kurang bersahabat dan dengan fitur remote airstrips memberikan kemampuan take-off dan landing pada landasan yang pendek (STOL). Akusisi pesawat ini untuk melengkapi armada TNI-AL yang lebih besar yaitu CN-235-200 MPA.

Meskipun telah mendapat pesawat intai yang lebih besar, yakni CN-235 220 MPA yang juga produksi PT DI, namun platform pesawat intai yang lebih kecil seperti NC-212 tetap dibutuhkan, mengingat kemampuan STOL (Short Take Off Landing) pesawat “Aviocar” ini jauh lebih pas untuk meladeni landasan kecil di pulau-pulau terluar.


Pembiayaan untuk platform akan disediakan dari jatah 162 juta dollar AS yang dialokasikan Departemen Pertahanan Indonesia untuk akuisisi MPA dalam periode fiskal 2015-2019.

Keunggulan dari NC-212-200 MPA milik TNI AL adalah keberadaan perangkat Thales AMASCOS (Airborne Maritime Situation and Control System) yang dipadukan dengan radar Ocean Master Surveillance, jarak jangkau radar ini bisa menjangkau target sejauh 180 km. Perangkat radar tadi dikombinasikan juga dengan Chlio FLIR (Forward Looking Infa Red) yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 15 km. FLIR disematkan tepat dibawah moncong pesawat, berkat adanya FLIR maka pesawat dalam kegelapan malam dapat mengendus keberadaan kapal kecil yang sedang melaju, bahkan periskop kapal selam dalam kegelapan malam dapat terpantau lewat FLIR di NC-212-200 MPA


Dalam operasionalnya, NC-212-200 MPA diawaki oleh enam personel, terdiri dari pilot, co-pilot, satu engineer, satu operator radar, dan dua pengamat (observer). Khusus untuk pengamat, dibekali kamera Nikon dengan lensa zoom untuk mengabadikan momen penting di lautan. Seperti halnya pesawat intai maritim dengan mesin propeller, NC-212 juga kerap terbang rendah guna mendekati obyek yang dipantau, tidak jarang pesawat terbang 100 feet (30,48 meter) dari atas permukaan laut. Secara umum, NC-212-200 MPA dapat terbang non stop selama 6 jam dengan jangkauan maksimum 710 nm (nautical mile) atau sekitar 1.349 km.

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan