TNI AL Sukses Uji Tembak Torpedo Black Shark di Perairan Utara Bali

Pelaksanaan uji coba penembakan Torpedo Black Shark oleh KRI Nagapasa-403 di sekitar perairan utara Bali, dilaksanakan Sabtu (30/3/2019), sebagaimana dikutip dari laman tnial.mil.id

Uji Coba langsung dihadiri Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, yang onboard di salah satu kapal perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmada II, yakni KRI Sultan Iskandar Muda ( SIM) -367, yang bertolak dari Dermaga Ujung, pada Kamis (28/3/2019), lalu.

Keberadaan orang nomor satu di Koarmada II tersebut di KRI SIM-367, yakni untuk meninjau langsung pelaksanaan uji penembakan torpedo black shark oleh KRI Nagapasa-403.

Selain KRI Sulta Iskandar Muda-367 dan KRI Nagapasa-403, dalam uji penembakan tersebut beberapa KRI dan satuan lain juga ikut terlibat.

Di antaranya, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR-332), KRI Spica-934 dari Pushidrosal, Tim dari Dislambair, Satkopaska, Labinlek, serta Dispen Koarmada II.

Pangkoarmada II berharap, sebagaimana tertulis, torpedo Black Shark mampu melengkapi kecanggihan KRI Nagapasa-403, sehingga kapal selam yang baru bergabung di jajaran Satsel Koarmada II pada tahun 2017 itu semakin terpercaya dalam menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.


Palaksa KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Letkol Rudi yang ikut mengawal proses uji coba penembakan tersebut mengatakan uji coba Torpedo Black Shark tersebut ditembakkan sekitar pukul 03.00 dini hari.

“Sudah selesai latihannya tanggal 30/3/2019 kemarin. Kalkulasi latihannya ada banyak, sejak tanggal 29-30 itu. Uji coba penembakan cuma satu torpedo yang dilakukan Kapal Selam Nagapasa sekitar jam 3 pagi,” kata Rudi saat dikonfirmasi tribun-bali.com, malam, Minggu (31/3/2019), kemarin.

Baca Juga:  PT Pindad Targetkan Omset Penjualan 5,2 Triliun Tahun 2019

Dia menuturkan, lokasi uji coba digelar di perairan utara Bali.

“Di utara perairan Bali. Sekitar utaranya Celukan Bawang kalau tidak salah. Letak pastinya kurang tahu karena bukan kita yang uji coba penembakan.

“Kita hanya mengamankan sektor sekitar lokasi saja. Biar saat penembakkan kapal-kapal nelayan dan niaga tidak melintasi lokasi uji coba penembakan sehingga tidak salah sasaran.
Kan biasanya ada kapal-kapal yang mungkin mau ke Celukan Bawang jadi kita amankan saja sektornya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, senjata yang diujicobakan itu merujuk torpedo jenis baru, Black Shark yang dibeli dari Italia.

“Rinciannya tidak tahu pasti. Spesifikasinya juga kami kurang tahu karena sepertinya senjata itu khusus untuk kapal selam saja, bukan semacam Kapal jenis kita. Mungkin senjata ini pernah diujicobakan, cuma yang ini ke berapa kali saya kurang mengetahuinya. Itu karena Kapal baru dan senjatanya baru, jadi masih diujicobakan,” jelas dia.

Ditanya mengenai lama proses latihan, pihaknya pun tidak mengetahui pasti.

“Tidak tahu berapa lama, karena masing-masing kapal datangnya tidak bersamaan. Tapi sejak tanggal 29/3/2019 kami sudah tiba di lokasi untuk mensterilisasi dan mengawal latihan. Untuk pengamanan seperti kita, harus duluan menjaga agar tidak ada unsur lain yang memasuki area. Setelah itu pun kita langsung mencar masing-masing,” jawabnya.

Dia membeberkan ada dua kapal yang mengawal dan satu kapal sebagai observer latihan tersebut.

Baca Juga:  Mayjen Eko Margiyono Danjen Kopassus Baru Gantikan Mayjen Madsuni

Sementara itu, Palaksa Lanal Denpasar Letkol Laut (P) Bambang Abdullah Basuki Rahmad saat dikonfirmasi mengenai adanya latihan uji coba itu, juga membenarkan kegiatan tersebut.

Dia menuturkan latihan uji coba sudah berlangsung tanggal 29/3/2019 lalu, dan menembakkan torpedo black shark tersebut pada tanggal 30/3/2019 sekitar pukul 03.00 dini hari.

Kurang lebih ungkap dia, kegiatan itu hanya uji coba senjata baru.

“Kapal selam yang menembakkan itu, KRI Nagasapa 403. Memang itu kapal yang dilengkapi dengan persenjataan baru, jadi persenjataannya dicoba. Artinya ini senjata barunya kapal selam itu,” kata dia menuturkan.

Dia melanjutkannya, ada beberapa kapal yang mengawal proses percobaan latihannya yakni KRI Sultan Iskandar Muda, KRI I Gusti Ngurah Rai dan beberapa kapal lainnya.

Sementara in, ujarnya, kapal KRI Nagasapa telah bertolak ke Surabaya.

“KRI I Gusti Ngurah Rai masih sandar di Benoa untuk melanjutkan operasi selanjutnya. Pengawalan yang dilakukan sesungguhnya untuk menghindarkan kapal-kapal nelayan menjauh dari area penembakan.

“Torpedonya tidak sampai diledakkan karena ini Kepala Latihan bukan Kepala Perang. Torpedo kepala latihan itu seperti drone gitu, dikendalikan,” ujarnya.


Seperti diketahui, torpedo Black Shark merupakan buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia, yang diketahui sebagai torpedo jenis baru dan modern untuk kapal selam.

Sumber: tribunnews,com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan