TNI AL Terima Pesawat Terakhir CN-235 MPA Pengadaan Tahun 2013

Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda menerima satu unit terakhir pesawat udara CN -35-220 MPA, dari total lima pengadaan pesawat sejak 2013 silam, Senin (13/5/2019).

Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dwika Tjahja menjelaskan Pesawat CN-235-220 MPA merupakan pesawat bermesin Turboprop produksi PT Dirgantara Indonesia yang bekerja sama dengan CASA Spanyol.

Pesawat jenis ini, lanjut Laksma TNI Dwika sudah banyak dioperasikan oleh berbagai instansi militer di dunia. Pesawat bernomor Iambung P-8305 ini akan menambah jajaran kekuatan untuk memenuhi MEF (Minimum Essetial Force) yang menjadi target TNI AL.


“Ini merupakan pesawat kelima dari total 5 pengadaan Puspenerbal dengan 2 kali pengadaan. Pengadaan pertama, 3 buah pengadaan kedua, 2 buah. Kedepan kita masih ada pengadaan-pengadaan pesawat sejenis untuk kebutuhan Puspenerbal, harapannya Puspenerbal memiliki pesawat intai maritim yang memadai,” jelasnya, Senin (13/5/2019).


Laksma TNI Dwika mengatakan jumlah pesawat intai maritim yang dibutuhkan Puspenerbal idealnya sesuai dengan luas wilayah yang jadi tugas mereka di lapangan.

“Kita tidak menghitung secara ideal, tapi paling tidak kita harus mampu mendukung kegiatan koarmada 1, 2 dan 3 yang masing-masing juga memiliki tugas mengamankan wilayah masing-masing. Untuk operasionalnya, sluruh pesawat kita harus waspada untuk selalu mengamankan perairan,” tambahnya.

Sebaggai informasi, pesawat udara merupakan salah satu sub Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang dimiliki TNI AL saat ini, dimana fungsinya adalah sebagai unsur yang mengumpulkan dan mendeteksi hal-hal yang mencurigakan dan merugikan juga ikut dalam pencegahan penangkalan dan penindakan pelanggaran perairan wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Ini Alasan Pindad Kembangkan Tank Harimau Menggandeng Turki

Dalam mengemban fungsinya, pesawat udara melaksanakan patroli udara maritim untuk mendapatkan data atau sasaran yang selanjutnya dkindak lanjuti oleh unsur KRI.

Pesawat ini masuk di jajaran Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal yang memiliki tugas pokok melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur dibidang lntai Udara Taktis, Pengamatan Laut Terbatas serta Anti Kapal Permukaan.

Pesawat CN 235-220 MPA juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan misi Inteligence, Surveillance dan Recognition, selain itu pesawat ini dapat mengirimkan data-data secara real time kn Unsur KRI Dengan kemampuan tersebut, pesawat ini dapat menjalankan misi sebagai Pesud Patron Maritim.

Sumber: tribunnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan