TNI AU Akan Menambah Armada 134 Pesawat

TNI Angkatan Udara (AU) berencana menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung pertahanan wilayah udara Indonesia. Khusus untuk armada pesawat direncakan akan ada tambahan 134 pesawat dari berbagai jenis.

“Tergantung pemerintah memberikan berapa tahun ini, totalnya 134 pesawat sasaran dari berbagai jenis. Dari PT DI ada pesawat Puma/Superpuma. Belum ada rencana mengganti Hercules, tetap jadi tulang punggung TNI AU,” ujar Kepala Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya di Jakarta, Ahad (9/4).

Ia mengatakan transparansi dalam hal ini juga menjadi tujuan TNI AU dalam pengadaan alutsista, termasuk pesawat. Ada beberapa upaya yang sudah dilakukan menuju kepada transparansi, seperti manjemen yang baik, di antaranya melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa serta melakukan sistem informasi terintegrasi.


Yang dimaksud barang dan jasa, yaitu kebutuhan mulai dari titik bawah, bekal diajukan kepada satuan atas, semua bisa termonitor dengan baik, termasuk jenis barang dan harga. Perencanaan di bawah, paling penting sudah memiliki dasar bahwa barang yang dibutuhkan, apakah barang bisa dimonitor secara daring dan terukur. Sehingga tidak terjadi penumpukkan zona barang yang tidak dibutuhkan.

Dalam Renstra ke-2 tahun 2015-2019, TNI Angkatan Udara akan menambah berbagai macam alutsista di antaranya pengganti pesawat F-5, penambahan Radar dari yang ada 20 radar menjadi 32 radar dengan penambahan 12 radar lagi, penambahan pesawat angkut ringan Cassa 212 sebanyak sembilan pesawat.

Baca Juga:  Tank Tanpa Awak Dirilis di Surabaya

Kemudian penambahan pesawat helikopter untuk Combat SAR yang sedang berjalan dan penambahan pesawat helikopter multi fungsi yang dapat digunakan untuk angkut pasukan maupun digunakan untuk SAR. Ke depan, menurut Jemi, TNI AU ingin pesawat early warning (peringatan dini) yang bisa mengkover kegiatan wilayah operasi udara.


sumber: republika

2 Komentar

  1. T-80
    http://indonesia.rbth.com/news/2017/03/22/setelah-su-35-rusia-indonesia-akan-punya-kontrak-sistem-pertahanan-lainnya_qyx725223
    Just info MEF 2020-30 Indonesia yang baru datang dan akan banyak lagi bro..
    Main Battle Tank Leopard Ri kembali datang merapat di Tg Priok Jakarta. Indonesia memesan 153 MBT Leopard terdiri dari:
    41-Unit Leopard A4 dan
    61-Unit Leopard Ri dan sisanya Marder 50- unit. TNI AD tahun ini juga akan diperkuat dengan
    50-unit Panser Pandur II 8×8 dari Ceko,
    60-unit Panser Badak buatan Pindad,
    40-unit Rantis Sanca lisensi Bushmaster Australia dan
    12-unit Ponton Amfibi dari Ceko,
    2-unit Kapal perang canggih buatan Perancis jenis OSVs,
    2-unit kapal selam Changbobo buatan Korea Selatan,
    2-unit kapal selam jenis kilo class buatan Rusia,
    6-unit pesawat angkut A400M airbus british manufacturing Itali,
    2- unit kapal perang canggih perusak jenis frigate buatan PT PAL Indonesia dan Belanda,
    4-unit helikopter canggih AW 101,
    6-unit F16 C/D blok 32 avionik setara 52,
    4-unit F16 C/D blok 25,
    2-unit F16 blok 15 OCU,

    dan sedang dalam pengiriman 8-unit SU-35 full fungsi tempur.
    Unpublished (believe it or not)
    6-unit Su-35 + 22-unit Su-30 all varian + 8-unit FA-50 + 6-unit F16 C/D blok 40/42 ex US Air National Guard
    Mau dibeli (believe it or not)
    14 -unit Su-35 plus kalo jadi bakal nambah 16-unit lagi
    28-unit F16V
    36 -unit gripen E/F
    40 -unit FA-50
    8-unit Super Tucano.
    http://m.navaltoday.com/#newsitem-137786

Tinggalkan Balasan