TNI AU Akan Punya Delapan Skuadron Pesawat Tempur

Jumlah pesawat tempur yang dimiliki TNI AU diproyeksikan akan bertambah pada tahun 2024. Hal tersebut seperti dikatakan oleh Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI AU Yuyu Sutisna.

Bertambahnya jumlah pesawat ini dibarengi dengan bertambahnya jumlah komando skuadron pesawat tempur. TNI AU direncakan akan memiliki minimal 8 skuadron pesawat tempur.

KSAU saat ceramah pembekalan kepada perwira siswa (pasis) Sekolah Kesatuan Komando TNI AU (Sekkau) Angkatan 103 TP. 2018, di kampus Sekkau Lanud halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (7/6/2018), mengatakan, dalam menghadapi tuntutan tugas ke depan yang makin kompleks, TNI AU akan terus melakukan pembangunan dan pengembangan kekuatan.

Kebijakan pembangunan kekuatan postur TNI AU tahun 2005 hingga 2024, antara lain perencanaan delapan skuadron udara tempur

“Sesuai dengan perencanaan kekuatan materiil, kita berharap memiliki delapan skuadron udara tempur dengan kekuatan 16 pesawat dengan kesiapan masing-masing skuadron udara rata-rata 80 persen,” kata mantan Pangkoopsau I ini.

Sekkau A-103, diikuti 57 pasis, dengan perinciian, 50 pasis TNI AU, 2 pasis TNI AL, satu pasis TNI AD, dan empat pasis manca negara masing-masing satu orang dari Filipina, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam.


Yuyu menambahkan, selain skuadon tempur, TNI AU juga akan memiliki enam skuadron udara angkut berat, sedang dan ringan yang memiliki kekuatan per skuadron sebanyak 16 pesawat. Keberadaan skuadron ini untuk mendukung mobilitas pasukan dan logistik pada “dua trouble spot”.

Baca Juga:  Mengenal Sistem Senjata Yon Armed 1 Kostrad TNI AD

“Untuk skuadron angkut, TNI AU akan mengganti pesawat C-130B dengan pesawat angkut sekelas IL-76/A-400/C-17, dan sudah mengganti pesawat F-27 Fokker/CN-235 dengan pesawat sekelas atau diatas CN-295/C-27 Spartan, yang masing-masing skadron mempunyai tingkat kesiapan rata-rata 80 persen,” jelas KSAU seperti dilansir Antara.

Selain itu, Yuyu juga menjelaskan wacana TNI untuk melaksanakan penggelaran pangkalan TNI terpadu. Pangkalan ini akan tersebar pada beberapa daerah antara lain Natuna, Selaru, Morotai, Biak, dan Merauke.

“Penggelaran benteng-benteng pertahanan terpadu tri atra tersebut, diwujudkan dalam upaya untuk memperkuat sistem pertahanan Negara dalam mengantisipasi perkembangan ancaman yang terus meningkat,” ucap Marsekal Yuyu Sutisna.

Sumber: antaranews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan