TNI AU Akhirnya Restui Pembangunan Bandar Udara di Kediri

Ruang Udara di atas wilayah Kediri akhirnya dibuka untuk komersil, ini setelah TNI AU mengizinkan pembangunan bandara udara di Kediri untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Sebelumnya wilayah udara Kediri dan Madiun dinyatakan sebagai zona latihan tempur dan pesawat sipil dilarang melintasinya.

Rekomendasi izin penggunaan ruang udara tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M. yang diterima Presiden Direktur PT. Gudang Garam, Tbk, Susilo Wonowidjoyo, di kantor Pusat PT. Gudang Garam, Tbk, Kediri, Kamis (19/4).

“TNI AU siap mendukung program pemerintah membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bagian Barat dan Selatan yang belum mendapatkan akses transportasi memadai seperti Bandara”, kata Kasau sesaat setelah penyerahkan rekomendasi tersebut.


Kasau berharap, dalam waktu dekat segera dilakukan MOU antara TNI AU dengan Bandara, untuk mengatur lebih detail penggunaan ruang udara. Karena Bandara Kediri nantinya akan berada di wilayah udara Lanud Iswahjudi yang notabene merupakan kawasan udara terbatas (restricted area).


Pada kesempatan ini, Kasau juga berkesempatan melakukan peninjauan progres pembangunan bandara Kediri dari udara. Menggunakan helikopter TNI AU EC 725 Caracal, Kasau didampingi para Asisten Kasau, Pangkohanudnas, Pangkoopsau l dan ll, Kadisbangops, Kadislambangja, Kadiskum, Kadisfaskon serta Komandan Lanud Iswahyudi. (Puspen TNI AU)

Baca Juga:  Indonesia Akan Barter Sukhoi Su-35 Dengan Kelapa Sawit

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan