TNI AU Bangun Skuadron Angkut Baru di Biak Papua Dengan Armada C-295

TNI Angkatan Udara siap membangun Komando Operasi Angkatan Udara (Koops) AU III di wilayah Indonesia Timur tepatnya di daerah Biak, Papua.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Yuyu Sutisna usai memimpin upacara HUT TNI AU ke-72 di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (9/4/2018).

Untuk persiapan pembentukan Koops III tersebut sudah diusulkan kepada Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan tinggal menunggu keputusan dari komando atasan TNI AU.

Selain itu, TNI AU juga akan membentuk skuadron tempur dan skuadron angkut baru di Biak dan bukan memindahkan dari skuadron I dan II. “Tidak memindah, kita rencana akan pembentukan (skuadron) baru. Jadi di wilayah Timur yang pertama akan dibentuk satu skuadron tempur dan satu skjadron angkut sesuai dengan rencana strategis yang sudah kita rencanakan dari sebelumnya,” pungkas Kasau.

Sementara dua skadron lagi masih dalam proses pembangunan, yaitu Skadron Udara 9 Helikopter di Jayapura, Papua dan Skadron Udara 27 Angkut Sedang di Biak, Papua.

“Untuk Skadron Udara 33 nanti akan diisi oleh pesawat C-130 Tipe H. Skadron Udara 9 akan diisi oleh helikopter, dan Skadron Udara 27 akan diisi oleh pesawat angkut C295/CN-235,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Novyan Samyoga di Kantor Mabesau, Cilangkap, Jumat (8/3/2019).

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, lanjut Samyoga, menyebutkan bahwa untuk penempatan C-130H itu nanti di Makassar. “Jadi H itu Hasanuddin (Lanud Sultan Hasanuddin), kalau pesawat baru C-130J yang akan melengkapi TNI AU itu nanti ditempatkan di Jakarta. Jadi J itu Jakarta. Mudahnya begitu,” terang Kadispen sambil tersenyum.

Baca Juga:  Pilih Mana, Sukhoi SU-35 Rusia atau F-16 Viper Amerika?

Sementara untuk C295 dan CN-235, kedua pesawat angkut sedang ini saat ini bernaung di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Samyoga menerangkan, untuk memenuhi kebutuhan di Skadron Udara 27 TNI AU akan menambah tiga unit C295 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Kita akan menambah tiga unit C295. Memang belum ada penandatanganan kontrak dari Kementerian Pertahanan. Namun persiapan untuk penempatan di Skadron Udara 27 itu sudah dimatangkan,” terang alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 yang pernah menjadi ajudan Wakil Presiden RI Boediono ini.


Tiga unit C295 tambahan akan melengkapi sembilan unit C295 yang sudah dimiliki TNI AU saat ini sehingga menjadi 12 unit. Ditambah pesawat CN-235 yang siap minimal ada dua unit sehingga menjadi 14 unit.


Ditambahkan Samyoga, keberadaan skadron pesawat angkut untuk mendukung tugas-tugas TNI AU di Indonesia Tengah maupun Timur seperti di Makassar, Biak, dan Jayapura, dirasa perlu karena selama ini skadron pesawat angkut hanya ada di Indonesia bagian Barat saja.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan