TNI AU Borong 12  Pesawat Latih G120TP Grob dan KT-1B Woong Bee

Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI Angkatan Udara (AU) masih kekurangan jumlah pesawat latih untuk para calon penerbang militer. Mereka siap menambah 12 unit pesawat latih Grob dan Woong Bee
Saat ini kebutuhan antara pesawat dengan dan jumlah perwira muda calon penerbang belum ideal. Ada dua jenis pesawat latih yang digunakan dua jenis, G120TP Grob berjumlah 24 unit dan 14 pesawat KT-1B Woong Bee.

Danlanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma TNI Novyan Samyoga mengakui ketersediaan pesawat latih masih terbatas dan itu menjadi kendala.

“Untuk pesawat latih ini, kami merencanakan akan menambah 12 pesawat, masing-masing enam untuk G120TP Grob dan enam untuk KT-1B Woong Bee,” tutur Novyan usai serah terima jabatan Danwingter Lanud Adisutjipto, di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis 11 Januari 2018.


Dia menjelaskan penambahan pesawat akan dilakukan secara bertahap. Langkag awal akan didatangkan pesawat jenis Grob. Rencananya, pesawat tersebut akan tiba Februari mendatang.

Dengan penambahan tersebut, total pesawat G120TP Grob berjumlah 30 unit. Sementara KT-1B Woong Bee akan menjadi 20 pesawat. “Dengan penambahan ini tentu pelaksanaan pendidikan tidak akan terganggu,” ungkapnya.
Novyan menjelaskan, KT-1B Woong Bee tidak hanya untuk pesawat latih, tapi juga untuk kegiatan atraksi. Dengan adanya penambahan pesawat nanti, kata dia, khusus KT-1B Woong Bee akan difokuskan untuk kegiatan Jupiter Aerobic Team (JAT).

Baca Juga:  Amerika Sukses Uji Coba Rudal Anti Kapal Jarak Jauh AGM-158C LRASM

Sementara G120TP Grob akan difokuskan sebagai pesawat latih khusus.“Karena itu, meminta kepada pejabat Danwingter baru dapat membuat inovasi guna mengatasi kendala tersebut,” tuturnya.


Komandan Wing Pendidikan Terbang (Danwingdikter) Lanud Adisutjipto, Kol Pnb Deni Hasoloan menegaskan siap melaksanakan tugas baru yang diembannya.

Sebagai langkah awal, kata dia, selain akan melanjutkan program pejabat lama, juga akan menyesuaikan dengan rencana yang dibutuhkan.

Dia menambahkan, inovasi juga akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kendala. “Setiap rencana sudah dibuat, tinggal dilaksanakan. Untuk kendala memang perlu inovasi sehingga rencana dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan,” tuturnya seperti dilansir sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan