TNI AU Dapat Tambahan 12 Radar Terbaru

TNI AU akan menambah 12 radar guna memperkuat pertahanan udara di Indonesia. Radar-radar tersebut akan ditempatkan di wilayah Jawa dan wilayah timur Indonesia. Diharapkan dengan adanya penambahan radar ini kemampuan TNI AU terus meningkat.

“Dengan adanya penambahan radar ini, nantinya jumlah radar yang kita miliki menjadi 32 radar. Sebab sebelumnya sudah ada 20 radar,” ujar KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai pelantikan Gubernur AAU di Lapangan Dirgantara AAU, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/8/2017).

Penambahan radar tersebut tidak sekaligus, namun dalam tiga tahap. Dimana untuk tahap awal akan ada penambahan empat radar. Tahapan ini juga sudah sesuai dengan program kerja yang sudah ditetapkan. Terutama transfer of teknologi (ToT).


“Untuk ToT radar saat ini sudah 40%,” paparnya.


Sumber : sindonews.com/

Baca Juga:  Pesawat C-130H Hercules A-1333 Baru Milik TNI AU Tiba di Malang

15 Komentar

  1. 12 radar masih kurang, mengapa demikian ? Terkadang orang memperhatikan wilayah atau daerah yang luas wilayahnya luas dan banyak penduduknya, namun sudahkah pejabat kita baik sipil dan militer mempertimbangkan kemungkinan penyusup masuk di daerah atau pulau atau laut yang tidak ada penduduknya untuk menjadi lokasi untuk menurunkan personil dan peralatan serta untuk menjadi tempat penampungan personil juga logistik obat serta amunisi, disamping peralatan tempur tidak tertutup kemungkinan meletakkan alat anti pesawat, drone, di wilayah kita sendiri, karena itu jangan puas dengan pengadaan alutsista serta jumlah personil yang ada, oleh karena itu indonesia perlu banyak radar paling tidak 100 unit, selain radar pesisir dan pantai juga radar untuk menjangkau pesawat dan stone, disamping itu untuk menghemat biaya, perlu dilakukan pengiriman penduduk ke pulau2 kosong, selain mereka diberi uang, dibangunkan rumah, diberi alat pertanian, sumur bor, alat pembangkit listrik tenaga surya dan diesel, tangki penampungan BBM, menara telekomunikasi, membangun mercusuar, juga mereka diberi pancing, misalnya diberi kapal, rumpun, dilengkapi lampu tenaga surya, menara pemantau keamanan pantai, menara pemancar untuk telekomunikasi,piringan satelit darat untuk fasilitas internet, fasilitas klinik, kapal klinik, pelabuhan darurat, dibangun tempat penyimpanan ikan untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan, juga bandara perintis, pemadam kebakaran, helipad, pesawat amphibi, dilengkapi dibanding pulau alat persenjataan anti kapal dan anti stone serta pesawat yang mobile

  2. Disepanjang perbatasan papua dng papua nugini ditempatkan 10.000 personil TNI dengan ditambah 2000 personil gabungan dari Polri, imigrasi, bea cukai, perhubungan, bakamla, kerjasama dengan pemda juga satpol P.P untuk keamanan wilayah utk razia KTP.

  3. Disepanjang perbatasan kalimantan Indonesia dengan malaysia, supaya ditempatkan personil 12.000 orang ditambah dengan 3.000 orang petugas gabungan dari Polri, imigrasi, bea cukai, bakamla, perhubungan, kementerian kehutanan, pemda juga satpol P.P untuk razia KTP, narkoba, perdagangan gelap senjata, perdagangan orang, dsbnya.

  4. Disepanjang perbatasan NTT sbg timor leste ditempatkan personil TNI sebanyak 8.000 ditambah dengan 4.000 orang personil petugas gabungan dari polri, bea cukai, imigrasi, kementerian kehutanan melalui jagawana, perhubungan, bakamla, pemda juga satpol P.P untuk razia KTP.

  5. Kalimantan, sumatera, NTT, sulawesi, NTB dan Papua ditempatkan tambahan beberapa kodam, misal di NTT yg selama ini masih dalam wilayah kodam udayana, dimekarkan 1 kodam ke depan paling tidak 2 kodam, di kalimantan yg selama ini ada 2 kodam dimekarkan menjadi 12 kodam, di sulawesi yg selama ini ada 2 kodam dimekarkan menjadi 10 kodam, papua dimekarkan menjadi 8 kodam, 1 kodam di merauke, 1 kodam di kabupaten paniai, 1 kodam di fak2, 1 kodam di nabire, 2 kodam di jayapura l, 1 kodam di sorong, 1 kodam di biak

  6. Sumatera dan aceh menjadi 14 kodam, di aceh menjadi 3 kodam, 3 kodam di sumatera utara, di kampung 2 kodam, sumatera barat 2 kodam, sumatera selatan 2 kodam, 2 kodam di pekanbaru, sedangkan di natuna ditempatkan 1 kodam

  7. Disepanjang perbatasan, pulau2 terpencil ditempatkan para transmigran, pemerintah melalui menakertrans dan mentan dan peternakan, memfasilitasi mereka dengan memberikan mereka anakan ayam, kambing, sapi untuk dikembangkan, juga anakan kerbau, bibit ikan patin, ikan lele, ikan gabus, ikan arwan, ikan bandeng, ikan emas, ikan mujair untuk dirawat, dibesarkan dab dikembangbiakkan, kemudian beri mereka bibit kelapa, bibit mangga, bibit jambu biji merah, bibit pepaya, bibit cabe, bibit nanas, bibit ubi jalar, tunas ubi singkong, bibit jambu mete, coklat dan pala serta lada, juga ajarin mereka cara membuat pembangkit kistrik tenaga air terjun,pembangkit listrik tenaga gas, pembangkit listrik tenaga arus air.

  8. RADAR ADALAH KEBUTUHAN STRATEGHIS INTELIGENT khususnya, ada bbrapa radar terpasang untuk sementara di berbagai pulau terluar untuk memenuhi pesanan dari TNI AD, AL, AU. radar memang perlu OPTIMAL dipasang bedasarkan doktrin MEF pertahanan NKRI, tetapi yang justru perlu diperhatikan tentu saja SATELIT nya untuk mempertajam RADAR itu sendiri…

    Penambahan 12 unit RADAR Baru semoga memiliki jangkauan untuk memonitor UDARA dan DARAT yang efektiv. Saluut…..

  9. Bukan jumlah (kuantitas), tapi kualitas dan jangkauan radar yg penting. Kalau 12 radar baru itu adalah weibel mr2 seperti gambar diatas, tentu joss. Apalagi kalau bisa punya seperti JINDALEE milik Australi.
    Karena anggaran kecil, maka rancangan strategi pertahanan kita menggunakan MEF, dimana dilakukan melalui tiga tahap. Satelit militerpun sudah kita pesan ke Airbus Defence, target mengorbit tahun 2019.
    Kuncinya adalah : bagaimana agar anggaran tsb tidak dikorupsi ??!!

  10. Satelit dan Radar buatan Doctor Josaphat juga bagus dan hebat, sampai2 jepang dan Singapure siap2 menculik sang docktor saking hebatnya.

    Apapun kepentingan TNI dan UMUM jelas sudah dipersiapakan segala sesuatunya oleh para pemangku kemanan di negara ini, tujuan dibelinya RADAR yang memang berangsur2 menggantikan RADAR tua milik negara ini yang jangkauannya pun pendek terbatas. (doktrinnya NKRI belum butuh karena BELUM PERANG) hahahaaaa

    1. Radar laut kepentingan BEA CUKAI -KKP-SAR-TNI AL Memantau Kapal luar
    Radar BESAR cukup 2 wilayah TIMUR, 2 Wilayah TENGAH,2 Wilayah BARAT / SELATAN

    2. Radar Udara kepentingan TNI AU- Bandar udara (FIR) Memantau Pesawat aseng
    Radar BESAR cukup 2 wilayah TIMUR, 2 Wilayah TENGAH,2 Wilayah BARAT / SELATAN
    Total 12 Unit

Tinggalkan Balasan