TNI AU Harus Siagakan Sistem Deteksi Dini Tangkal Rudal

TNI Angkatan Udara diingatkan untuk waspada terhadap dinamika konflik Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Pasalnya, dua negara yang menjadi aktor utama yakni Korea Utara dan Tiongkok telah mengembangkan rudal nuklir jarak jauh.

Pengamat Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mengatakan, TNI AU harus mengembangkan konsep sistem pertahanan udara yang modern dan canggih guna melindungi keselamatan NKRI dari potensi ancaman terhadap dinamika tersebut.

Caranya, dengan menyiapkan sistem deteksi dini dan sistem interceptor/penangkis.

“Perlu dikaji kedua sistem tersebut untuk mampu menangkis datangnya rudal nuklir di luar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif,” ujarnya melalui pesan singkat menanggapi HUT-71 TNI AU, Senin (10/4).

TNI AU saat ini memang sedang mengincar sistem pertahanan udara (Arhanud) kelas menengah atau biasa dosebut MERAD (Medium Air Defence). MERRAD ini jaraknya antara 50 – 100 km dan kabarnya sudah masuk dalam program MEF (Minimum Essential Force) II periode 2015 – 2019.

Calon utamanya adalah NASAMS buatan Norwegia. Sistem buatan kerjasama antara Kongsberg Defence & Aerospace dan Raytheon. Pemasaran rudal ini mampu menembus paar Amerika Serikat. Bahkan NASAMS dipercaya sebagai rudal hanud yang melindungi obyek vital di Washington DC, termasuk Gedung Putih.

TNI AU menurutnya harus mulai menggeser kekuatan tempur utama di wilayah perbatasan.

Sebab, jarak jelajah pesawat TNI AU sangat ditentukan dari mana pangkalan awalnya untuk airborne.

Baca Juga:  Prabowo Tekan LOI Pembelian 36 Pesawat Tempur Rafale

Pergeseran Lanud, lanjut perempuan yang disapa Nuning itu meliputi, pembangunan landasan pacu baru berikut ground facilities dan kedua jenis radar Ground Control Interceptor (GCI) dan Early Warning (EW).

sumber: jpnn.com

1 Komentar

  1. seharusnya TNI mesti mulai pertimbangkan untuk bangun pangkalan strategis di pulau kalimantan baik AU dan AL krn bagian utara indonesia bener2 rawan konflik antar negara…, baik di laut china selatan ataupun di utara kalimantan sulawesi dgn para perompak milisi…

Tinggalkan Balasan