TNI AU Ingin Perkuat ADIZ untuk Menjaga Wilayah ZEE dan Garis Pertahanan Terluar NKRI

Di hari jadi yang ke-72 TNI Angkatan Udara akan terus bertekad memperbaiki diri membangun. Sehingga, diharapkan menjadi Angkatan Udara yang berkelas dunia sesuai dengan cita-cita ke depan. Hal ini juga sesuai dengan tema “Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal, Profesional dan Modern” TNI AU siap menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Untuk memperkuat proses kedaulatan wilayah udara, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyampaikan, akan memperkuat Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defence Identification Zone/ADIZ).

TNI Angkatan Udara telah menyusun dan mengajukan konsep zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) mencakup seluruh kepulauan dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil laut dari garis dasar pantai.

Penyusunan dan pengajuan konsep ini tidak lain agar mempermudah dan menguatkan proses penegakan kedaulatan di udara.

“Selama ini kita punya ADIZ itu di Pulau Jawa saja. Ini karena dulu semua kegiatan pemerintahan dan perekonomian itu ada di Jawa. Sehingga, pada tahun 1960-an itu ADIZ pun ditetapkan hanya untuk Pulau Jawa saja,” ujar KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Sekarang, jelas KSAU, hal itu kurang relevan lagi. Maka, ADIZ pun diperlebar hingga mencakup seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai batas ZEE.

Sebab, lanjut mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional ini, pelanggaran wilayah udara pun kini terjadi di seluruh wilayah Indonesia baik di barat, tengah, sampai ke timur.

Baca Juga:  Perbaikan dan Upgrade Sonar Kapal KRI Frans Kaisiepo

“Konsepnya telah diajukan bersamaan dengan pengelolaan FIR ( flight information region). Ya kita harapkan, mudah-mudahan tidak lama lagi ADIZ Indonesia ini segera diresmikan,” harap KSAU.


Dengan telah digelarnya ADIZ Indonesia atau “Indonesia ADIZ” nanti, maka seluruh pesawat hususnya yang tidak terjadwal harus membuat laporan terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah ZEE.


“Dengan begitu, TNI AU khususnya Kohanudnas dalam penegakan kedaulatan di udara itu menjadi lebih mudah, lebih jelas, dan tidak ada lagi keterlambatan dalam bertindak karena kita punya wilayah di luar untuk proses identifikasi,” pungkas Yuyu Sutisna.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan