TNI AU Palembang Open House Di Hari Sumpah Pemuda

Pangkalan Udara TNI AU Sri Mulyono Herlambang, di Palembang, membuka akses bagi masyarakat umum untuk melihat lebih dekat pesawat tempur BAe Hawk 109/209 berkaitan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

“Kami membuka akses bagi masyarakat luas hari ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus guna menimbulkan jiwa kedirgantaraan pada masyarakat,” kata Komandan Skuadron Udara 12 TNI AU, Letnan Kolonel Penerbang Adhi Akbar, di Palembang, Sabtu.

Sejatinya Skuadron Udara 12 TNI AU itu berpangkalan di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Ada lagi Skuadron Udara 1 TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Pontianak, dengan materi pesawat tempur sama.

Sejak pukul 07:00 WIB, Pangkalan Udara TNI AU Sri Mulyono Herlambang sudah mulai dibuka bagi masyarakat dan pelajar yang ingin melihat lebih dekat pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12 dan Skuadron Udara 1 itu.

Masyarakat pun diberi kesempatan untuk menyaksikan persiapan terbang tim Skuadron Udara 12 yang akan lepas landas untuk misi pengamanan ALKI. Tidak hanya itu selain berfoto dan mendekati pesawat tempur itu. Setelah lepas landas, masyarakat pun disajikan manuver singkat pesawat tempur Hawk 109/209 itu.
“Pesawat yang kami pergunakan ini adalah milik masyarakat jadi sudah sepatutnya masyarakat diberi kesempatan melihatnya lebih dekat,” kata Akbar.

Baca Juga:  KRI Tongkol Akan Perkuat Lantamal VII Kupang

Kesempatan ini pun tidak dilewatkan masyarakat sekitar, salah satunya Ita warga simpang Kades KM 12. Ia yang kebetulan mengantar anaknya yang duduk di taman kanak-kanak itu antusias menyaksikan aksi pesawat tempur.

“Seru aksinya persis seperti yang di film Hollywood,” ungkap dia senang. Ia pun berharap kesempatan ini bisa dinikmati setiap tahun.


Skuadron Udara 12 dan Skuadron Udara 1 saat ini tengah melakukan beberapa misi di Lanud SMH Palembang di antaranya latihan peluru kendali udara-ke-darat AGM-65 Maverick dan pengamanan ALKI selama kurang lebih 10 hari.


Wilayah operasi yang mereka laksanakan itu dari Selat Sunda hingga Kepulauan Bangka Belitung dan sekitarnya.

“Kami mengamati kapal-kapal yang melintas apabila ada aktivitas mencurigakan akan dikoordinasikan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Akbar.

Sumber : antaranews.com/

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan