TNI AU Siap Terima Dua Pesawat Angkut Airbus A400M

Jika selama ini TNI AU hanya mengoperasikan pesawat angkut Hercules C-130, sekarang bersiap untuk mengoperasikan pesawat angkut produksi Eropa, Airbus A400M Atlas

2 Unit A400M Atlas sudah dipesan Pesawat sudah dipesan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI)

Dan kabar terkini, mengutip dari situs resmi tni-nau.mil.id (7/3/2018), bahwa TNI AU siap mengirimkan sejumlah pilot dan para teknisinya untuk mengawaki pesawat turboprop asal Benua Biru.

A400M yang sejatinya pesawat angkut militer memiliki daya angkut 37 ton diproyeksikanbuntuk membawa barang kebutuhan masyarakat.

Secara operasional pesawat angkut berat ini dioperasikan oleh PT. PPI dalam menduķung tugas pemerintah dalam menekan disparitas harga antara wilayah barat dengan wilayah timur Indonesia.

Seperti mengutip dari laman Tribunnewscom pada Januari 2017 lalu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan keinginannya untuk mengakuisisi lima pesawat besutan buatan Airbus Defence and Space (ADS) ini sebanyak lima unit.

Meski nilai pengadaan pesawat ini terbilang fantastis, kala itu Indonesia telah menyetujui nominal 2 miliar dolar AS untuk mengakuisisi lima pesawat multiperan Airbus A400M untuk tingkatkan kemampuan militernya.

Hal tersebut seperti diungkapkan beberapa sumber dari pemerintah Indonesia dan industri pertahanan, seperti yang dikonfirmasi IHS Jane’s.

Pesawat ini nantinya akan dioperasikan Skadron Udara 31 dan 32 TNI Angkatan Udara (AU).

“Saya punya rencana untuk membeli A400 dari Eropa … namun hanya dalam jumlah kecil. Tidak membutuhkan untuk membeli banyak,”

Baca Juga:  7 Alutsista Andalan TNI Yang Dibuat Di Dalam Negeri

ungkap Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu kepada Reuters tanpa adanya penjelasan lebih lanjut.


A400M ditaksirkan untuk menggantikan Hercules type B yang beberapa telah di pensiunkan.

Sementara itu, seorang juru bicara dari Airbus Defence and Space mengatakan kepada Reuters bahwa Airbus tidak dapat mengkomentari kampanye penjualan secara spesifik, namun tetap percaya diri penjualan di Asia Tenggara akan bertambah.

Malaysia merupakan satu-satunya pelanggan ekspor A400M setelah Afrika Selatan membatalkan pesanannya pada 2009.


A400M adalah pesawat multiperan yang dikembangkan untuk Spanyol dan 6 negara Eropa lainnya yang tergabung dalam NATO, yakni Belgia, Inggris, Perancis, Jerman, Luksemburg dan Turki.

Pengadaan A400M untuk ketujuh negar tersebut setidaknya menguras anggaranbdengan nilai 20 miliar Euro atau sekitar 23 miliar dolar AS.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan