TNI Ingin Ubah Koopsusgab Jadi Kopsus

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayjen Sabrar Fadhilah mengatakan TNI berencana mengganti nama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) sebagai wadah pasukan pemberantasan terorisme TNI.

“Saya kira untuk ‘koopsus’, itu kita sedang merencanakan untuk tidak ada ‘gab’-nya,” kata dia, di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (6/6) malam.

Fadhilah menyatakan kata ‘gab’ tersebut memberi konotasi berbeda pada pasukan tersebut.


“Itu membuat konotasinya menjadi berbeda,” ujarnya.

Namun, ia tak menjelaskan secara rinci perbedaan itu.

Menurutnya pergantian nama tersebut dilakukan guna membuat pekerjaan dari pasukan tersebut lebih efektif dan lebih efisien.

“Juga terkait dengan kendali dan dalam rangka penugasan untuk prajurit,” ucap Fadhilah.

Nantinya, lanjut dia, perubahan nama dan segala bentuk teknis dari aturan tersebut akan masuk ke dalam Peraturan Presiden tentang pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

“Iya [masuk dalam perpres], sedang dalam proses untuk itu,” imbuhnya.


Rapat kerja antara Komisi I DPR dengan TNI sepakat mengaktifkan Koopssusgab.

Gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI nantinya diatur lewat instrumen Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pelaksana dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan pembentukan Koopssusgab ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang diatur Pasal 7 UU TNI, salah satunya untuk ikut dalam menanggulangi tindak pidana teroris

Baca Juga:  Panglima TNI : Junjung Tinggi Sikap Kesatria Sebagai Olahragawan Sejati

Koopssusgab TNI sendiri dibentuk oleh Moeldoko selaku Panglima TNI pada 2015 lalu. Tim ini merupakan gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 milik TNI AD, Denjaka milik TNI AL, dan Satbravo-90 dari TNI AU.

Sumber: cnnindonesia.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan