TNI Pilih Mesin Buatan Jerman Untuk Kapal Pemburu Ranjau

Produsen mesin Jerman MAN Energy Solutions telah dipilih oleh pembuat kapal senegaranya Abeking & Rasmussen untuk menyediakan paket mesin hibrida untuk dua kapal pemburu ranjau yang dipesan oleh TNI-Angkatan Laut.

Seperti yang diinformasikan, setiap kapal akan menggunakan paket propulsi hibrida MAN lengkap, dengan dua mesin 12V175D-MM yang menghasilkan 2.220 kW pada 1.900 rpm, sistem screw-propeller kembar Alpha CPP termasuk sistem kontrol propulsi Alphatronic 3000 untuk manuver yang efisien dan fleksibel dan AKA hybrid PTI system untuk operasi yang senyap saat berburu ranjau sehingga memungkinkan bergerak dengan kecepatan lambat dengan sepenuhnya menggunakan penggerak listrik.

“Mesin 175D cocok untuk aplikasi angkatan laut yang berat… Menyediakan paket propulsi untuk dua kapal pemburu ranjau ini juga memenuhi ambisi kami untuk semakin menjadi pemasok solusi lengkap,” Ben Andres, Kepala High-Speed Sales, MAN Energy Solutions, berkomentar.

“Ini adalah pertama kalinya kami bekerja dengan Abeking & Rasmussen dan saya berharap dapat mengembangkan lebih lanjut hubungan kami di masa depan.”

Pesanan ini menambah mesin 12V175D-MM lainnya yang sudah beroperasi pada beberapa kapal patroli TNI-AL lainnya.

Tahun lalu, MAN juga memenangkan pesanan untuk enam belas unit 175D untuk empat korvet yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Finlandia dan paket propulsi lengkap untuk dua kapal patroli lepas pantai yang sedang dibangun di galangan kapal Haifa untuk angkatan laut negara Afrika yang dirahasiakan.

Baca Juga:  Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad dan Penyematan Brevet Cakra 2016

Pada akhir Januari 2019, Abeking & Rasmussen menandatangani kontrak dua unit Mine countermeasure vessel (MCMV) dengan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Desain kapal sepanjang 62 meter dikatakan sebagai versi modifikasi dari unit kelas Frankenthal. Desainnya mencakup sonar berburu ranjau serta wahana laut tak berawak.

Pembuat kapal baru-baru ini memulai pembangunan kapal pemburu ranjau tersebut, kata pihak MAN ES.

Sumber : navaltoday.com via TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan