TNI – Polri Buru Sisa Teroris Kelompok Santoso, Operasi Tinombala Dilanjutkan

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah tetap melaksanakan operasi Tinombala di Kabupaten Poso untuk mengejar para anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan teroris Santoso yang selama ini merasahkan masyarakat.

“Kalau untuk Operasi Poso nanti segera akan kita ganti pasukan, jadi termasuk tim buru yang sudah terlatih,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal I Ketut Argawa di Palu pada Senin, 16 April 2018.

Argawa mengatakan tim satuan tugas untuk operasi Tinombala juga akan ditambah dengan pasukan dari Brimob Kelapa Dua Jakarta yang sudah mendapat pembekalan untuk memburu teroris. “Kita fokuskan dan berharap bahwa penanganan Poso lebih konprehensif dan spesifik,” ujarnya.


Operasi Tinombala dilaksanakan untuk melumpuhkan dan menangkap jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso. Adapun Santoso telah tewas setelah baku tembak dengan satgas pada 18 Juli 2017. Setelah kematian Santoso, anak buahnya berturut-turut turun gunung.


Kekuatan mereka pun diduga semakin lemah. Ada yang menyerahkan diri, ada yang ditangkap karena kelelahan, atau tewas.

Polisi memperkirakan masih ada tujuh orang anggota MIT yang masih berkeliaran di Poso. Argawa pun mengimbau para buron kasus terorisme itu menyerahkan diri demi terciptanya kedamaian di wilayah Kabupaten Poso. “Para DPO kalau melangkah lebih proaktif dengan kita, kita disambut dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat, bahwa kita menginginkan penanganan Poso yang lunak (soft),” kata dia.

Baca Juga:  Terjun Tempur Yontaifib-1

Ia juga meminta kepada para buron ini untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan, khususnya kepada masyarakat yang tidak berdosa di wilayah Kabupaten Poso. “Satu yang kita harapkan, jangan ganggu masyarakat di sana, baik mereka yang sedang berkebun maupun aktivitas lainnya. Biarkan masyarak kita berkebun seperti masa-masa lalu,” kata Argawa.

Operasi Tinombala akan dilaksanakan hingga tiga bulan ke depan setelah diperpanjang sejak 1 April 2018. Argawa mengatakan dalam operasi kali ini, pihaknya akan dibantu oleh anggota TNI sebanyak kurang lebih 100 orang.

“Kami berharap jangan sampai tiga bulan, masalah ini sudah selesai, karena kita berharap seperti kemarin, begitu selesai kita deklarasikan tidak ada lagi (aksi terorisme), ini yang kita dukung,” kata Argawa. (tempo.co)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan