TNI Tegaskan Operasi di Tembagapura Tak Gunakan Roket

Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan, operasi perebutan kampung-kampung yang dikuasai kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, hanya menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 dengan amunisi kaliber 5,56mm.

Pernyataan tersebut menanggapi adanya penyampaian dari pihak KKSB yang mengklaim diri sebagai tentara pembebasan nasional Papua barat (TPNPB) bahwa, TNI dalam melancarkan operasi di wilayah Tembagapura dan sekitarnya menggunakan senjata berat berupa roket. Sehingga dampak dari serangan roket menyebabkan pemukiman warga kebakaran dan menelan korban.

“Faktanya bahwa, selama operasi ini berlangsung TNI sama sekali tidak menggunakan roket atau senjata-senjata bantuan lainnya, hanya menggunakan senjata senapan panjang dengan kaliber 5,56. Satu jenis senjata saja SS1, tidak menggunakan roket,” tegas Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi saat memberikan pernyataan pers di Media Center Koramil Kota Timika, Kamis (5/4/2018).

Faktanya juga, kata Aidi, saat pasukan TNI melakukan pengejaran terhadap anggota KKSB yang kemudian lari menyelamatkan diri ke arah gunung, justru saat itu KKSB hendak membakar salah satu rumah warga. Beruntung pasukan TNI mengetahuinya dan melakukan pengusiran dengan melepaskan tembakan, sehingga aksi pembakaran tidak sempat terjadi.


Di saat pasukan TNI tiba di rumah tersebut, justru ditemukan bayi di dalam rumah yang hendak dibakar. Akhirnya, pengejaran dihentikan untuk menyelamatkan bayi tersebut. Kemudian, bayi diserahkan kepada kepala suku Kampung Banti 1, Yohanes Jamang.

Baca Juga:  Jadwal Penerimaan TNI: CATAM, CABA & TARUNA 2017

“Ada data yang tercatat sekarang dan disaksikan oleh seluruh masyarakat, karena ada 17 rumah warga yang dibakar sebelum TNI tiba di TKP. Jadi, sangat tidak logis kalau TNI yang bakar, sementara TNI belum ada disitu,” katanya.

Sebelumnya, pernyataan berupa rilis disebarkan Kepala Staf Kodap III TPNPB Kali Kopi, Hendrikus Uwamang yang menyebutkan bahwa TNI menggunakan senjata berat roket dalam melancarkan serangan melawan KKSB ke permukiman warga.

Dari serangan roket itulah menurut KKSB, menyebabkan permukiman warga dan juga fasilitas umum terbakar. KKSB pun menuduh TNI yang melakukan pembakaran fasilitas umum dan permukiman warga. (okezone.com)

2 Komentar

  1. Harusnya dalam operasi pengamanan d papua tidak usah ada konfrensi pers,..mohon media dan wartawan untuk tak memberitakan operasi pengamanan tsb..karna rawan d belokan menjadi opini publik internasional yg menyudutkan pemerintah.inggris dan banyak negara barat jg ada sparatis,tp media mereka tau diri dmi kpentingan nasional.

Tinggalkan Balasan