TNI Tekan Order 17 Unit Helikopter Pada PTDI

Rabu, 9 Januari 2019, Kementrian Pertahanan melangsungkan seremoni penandatanganan kontrak dengan PT Dirgantara Indonesia untuk pengadaan helikopter angkut berat untuk TNI AU dan helikopter serbu untuk Puspenerbad TNI AD, total ada 17 heli yang dipesan.

Kontrak pengadaan ini mengacu pada pengadaan tahun anggaran 2015-2019 tertanggal 28 Desember 2018 oleh Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Irzal Rinaldi dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Laksamana Muda TNI Agus Setiadji.

Kontrak helikopter angkut berat No. TRAK/554/PLN/XII/2018/AU antara Kemhan RI dan PTDI untuk TNI AU dengan materiil kontrak meliputi 8 unit helikopter H225M Caracal konfigurasi Angkut Berat, Integrated Logistic Support termasuk Airborne Kit, Jasa (Technical Assistant dan Advance Training), Publikasi Teknis, Pelatihan dan 1 (satu) unit H225M Level D Full Flight Simulator beserta sarana dan prasarana pendukungnya.

Sementara kontrak helikopter serbu No. TRAK/555/PLN/XII/2018/AD antara Kemhan RI dan PT DI untuk TNI AD dengan materiil kontrak meliputi 9 unit helikopter Serbu Bell-412EPI, lengkap dengan Persenjataan dan Munisi, Suku Cadang, Publikasi Teknis serta Pelatihan.


Helikopter H225M Caracal merupakan nama komersial yang sama dengan helikopter EC725 Super Cougar yang merupakan keluarga dari Super Puma, produk kerja sama industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters, Perancis. Sedangkan Helikopter Bell-412EPI merupakan bagian dari helikopter Bell-412 Series, produk kerja sama industri antara PTDI dengan Bell Helicopter Textron Inc., Kanada.

Baca Juga:  Pembom Tu-22M3 Rusia, Dikuntit Jet Tempur NATO Saat Melintasi Perairan Laut Baltik

“Secara keseluruhan jumlah helikopter serbu Bell-412EPI yang dibutuhkan untuk TNI AD mencapai 40 unit, namun saat ini Kemhan baru dapat merealisasi kontrak untuk 9 unit. Sementara untuk helikopter angkut berat TNI AU (H225M Caracal) ditargetkan untuk bisa memenuhi jumlah satu skadron, namun Kemhan saat ini baru dapat merealisasi kontrak untuk 8 unit,” ujar Agus Setiadji. Ia menambahkan, target keseluruhan pemenuhan jumlah helikpoter di atas dapat tuntas pada periode tahun 2022 – 2024.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan