Tolak F-21 Buatan AS, AU India Pilih Beli Pesawat Tejas Buatan Sendiri

Tawaran menggiurkan dari Amerika Serikat untuk membuat dan memproduksi sendiri F-16 versi lokal yang disebut F-21 sepertinya telah ditolak oleh Pemerintah India, ini setelah Angkatan Udara India lebih memilih pesawat tempur militer LCA Tejas buatan dalam negeri dan akan membatalkan tender untuk pesawat tempur buatan asing, lansir Forbes.

F-21 sendiri sebenarnya cukup canggih, pesawat ini dikembangkan secara khusus untuk India oleh pabrikan pesawat Amerika Lockheed Martin LMT. Secara fisik emang mirip dengan F-16 Viper terbaru, tapi diklaim punya kecanggihan sistem avionik dari F-22 dan F-35.

“F-21 memiliki komponen umum dan dari pembelajaran pada jet generasi kelima F-22 dan F-35 dan akan berbagi rantai pasokan bersama pada berbagai komponen,” kata Lockheed di situs webnya pada pagi hari 20 Februari, 2019.

Desain F-21 memiliki keunggulan pada tampilan kokpit baru, tangki bahan bakar konformal, tulang belakang besar yang dapat mengakomodasi sistem komunikasi atau jammer radar, perangkat towed radar decoy, sensor inframerah baru dan probe pengisian bahan bakar untuk digunakan dengan pesawat tanker udara buatan Rusia.

F-21 sendiri bersaing dengan Boeing F / A-18E / F, Rafale, Typhoon Eropa, Gripen E Swedia, MiG-35 dan Su-35 Rusia untuk memperberutkan kontrak pembelian senilai 15 Milyar Dollar AS. Total pesawat yang dibutuhkan sejumlah 115 unit untuk menggantikan MiG-21 AU India yang telah tua.

Baca Juga:  Rusia Rilis Fasilitas Militer Amerika Serikat Yang Dijadikan Target Serangan Dalam 5 Menit

Namun AU India memutuskan, bahwa mereka memilih pesawat tempur buatan lokal HAL Tejas. “Angkatan Udara India mengalihkan pengadaan itu ke pesawat Light Combat Aircraft (LCA) Tejas,” kata Kepala Staf Pertahanan Bipin Rawat dalam sebuah wawancara.

Angkatan udara akan memesan 83 Tejas tambahan setelah pesanan 40 LCA Tejas sebelumnya yang sudah dibayar oleh Angkatan Udara. Kontrak pembelian 83 unit LCA Tejas tersebut akan menelan biaya US$ 6 miliar. Hemat lebih dari separuh daripada beli pesawat tempur impor.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan