Tolak Ijtimak Akbar Jamaah Tabligh di Makassar Agar Corona Tak Menyebar Seperti di Malaysia

Di tengah kerajaan Malaysia melakukan Lockdown karena menyebarnya virus Corona tahap II yang bermula dari Acara Ijtimak Akbar Jamaah Tabligh di Sri Petaling.

Jamaah Tabligh Indonesia tetap nekad menggelar acara serupa di Pakatto, Makassar, Sulawesi Selatan dengan massa yang lebih banyak lagi, targetnya mencapai 50.000 orang, dengan mengundang jamaah dari negara lain seperti India, Bangladesh, Pakistan, Malaysia, Filipina dan Brunei.

Jika ini dibiarkan akan menjadi berita buruk. Apalagi setelah acara tersebut para Anggota Jamaah Tabligh tersebut banyak yang tidak kembali ke kampung halamanya, tapi dakwah keliling Indonesia.

Jika ada virus Corona di sana, sama saja dengan menyebar virus ke segala pelosok Indonesia.

Sekedar mengingatkan. Kasus penyebaran Corona di Korea Selatan bermula dari adanya acara massal di Geraja.
Gereja di Seongnam, Korea Selatan, menjadi klaster penyebaran Virus Corona COVID-19 setelah pastor dan istrinya positif terinfeksi. Total yang terkena Virus Corona di klaster ini sudah mencapai 40 orang.

Sedangkan pemimpin Gereja Shincheonji, Lee Man Hee dituntut pasal pembunuhan karena nekad menggelar acara keagamaan.
Akibatnya Corona menjangkiti anggota gereja Shincheonji, para jamaah saling menularkan virus satu sama lain di kota Daegu selatan bulan lalu, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh negeri.

Kejadian yang sama juga terjadi Malaysia. Setelah acara ijtimak di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur yang dihadiri 15.000 Jamaah.Virus Corona menyebar cepat hingga mencapai 150 pasien per hari.

Baca Juga:  Fujifilm Jepang Berhasil Bikin Obat Anti Corona

Jika acara Ijtimak Akbar di Pakatto, Gowa, Makassar ini dilangsungkan, tidak ada jaminan bisa aman 100% dari penyebaran virus Corona. Resikonya jauh lebih besar. Harus segera dilarang dan dibatalkan.

.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan