Tolak Wahabi, Qatar Diembargo Arab Saudi dan Negara Teluk Lainya

Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, yang mereka tuduh mendukung terorisme dan mendestabilisasi kawasan teluk.

Kantor berita Arab Saudi mengatakan bahwa negeri itu telah menutup perbatasan dan memutuskan segala bentuk kontak melalui darat, laut dan udara.

Seorang pejabat .engatakan bahwa langkah-langkah itu ‘untuk melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme.

Inti permasalahan karena Qatar menolak faham Wahabi sebagai satu-satu faham Islam di negaranya dan menolak melakukan doktrinasi Wahabi pada warganya sebagaimana negara teluk tetangganya. Qatar selama ini menjamin kebebasan warganya dalam memilih faham beragama Islam.

Qatar adalah tuan rumah serta sponsor bagi kelompok Ikhwanul Muslimin dan gerakan Jamaah Tabligh di negara-negara Arab, dua gerakan Islam yang dikafirkan oleh para pemimpin kelompok Wahabi.

Kebijakan keempat negara itu dicurigai sebagai upaya untuk menangkap Yusuf Qardhawi, pemimpin spiritual kelompok Ikhwanul Muslimin yang mendapat fatwa mati dari pemerintah Mesir dan Kerajaan Arab Saudi.

Masjid markaz Jamaah Tabligh di Qatar adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah India dan Pakistan yang terus aktif mengirim jamaah ke luar negeri
Mesir juga sudah menutup wilayah udaranya bagi seluruh transportasi Qatar, kata kementerian luar negeri.

Uni Emirat Arab memberikan waktu 48 jam bagi para diplomat Qatar untuk meninggalkan negeri itu, Abu Dhabi menuding Doha ‘mendukung, membiayai, membantu terorisme, ekstremisme, dan organisasi-organisasi sektarian,” kata kantor berita negeri itu, WAM.

Sementara kantor berita Bahrain menyebut, negeri itu memutus hubungan dengan Qatar yang mereka tuding ‘mengguncang keamanan dan stabilitas Bahrain dan campur tangan dalam urusan dalam negeri Bahrain.”

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi para pemberontak Houthi di Yaman juga mencoret Qatar dari aliansi.

Belum jelas bagaimana embargo ini akan mempengaruhi nasib maskapai penerbangan Qatar Airways. Yang dalam beberapa tahun belakangan berkembang sangat pesat dan menjadi ancaman bagi maskapai Emirates Airways milik Dubai, salah satu anggota Uni Arab Emirat.

Karena Qatar semakin kaya dan maju meninggalkan yang lainya.

Embargo dan pengucilan ini sebenarnya sangat rumit. Karena selain melibatkan perbedaan faham Agama Islam, juga karena Qatar terus tumbuh mengalahkan ekonomi Arab Saudi yang merasa menjadi negara “adidaya” di kalangan negara Arab.

Qatar berhasil mendiversi kekayaan minyak dan Gas ke dalam berbagai bentuk investasi dan ekpansi pada negara-negara Islam seperti Indonesia melalui akuisis bisnis telekomunikasi.

Qatar Airways juga menjadi ancaman bagi maskapai milik negara-negara tetangganya yang sedang menggantungkan sendi ekonomi pada bisnis penerbangan karena lesunya minyak dunia.

2 Proyek Prestisius Qatar menuju adidaya baru di tanah Arab.

Selain kaya akan minyak bumi, Qatar memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga di dunia setelah Iran dan Rusia, sebesar 885,12 Tcf atau sebanyak 13,38% cadangan gas dunia dimiliki Qatar. Kekayaan yang tidak dimiliki negara-negara Arab tetangganya.

Proyek energi Dolphin
Qatar memiliki proyek Dolphin Energy dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman. Dalam proyek yang dijadwalkan selesai tahun 2021, Qatar akan menjadi penyuplai energi gas dan listrik bagi UEA (Abu Dhabi, Dubai dan Sharjah) dan Oman. Proyek ini akan mengikis monopoli energi yang selama ini dikuasai Arab Saudi.

Proyek yang kedua, Qatar membangun jembatan penghubung dengan negara pulau Bahrain sepanjang 40KM. Rencananya selesai tahun 2030, jembatan ini akan jadi yang terpanjang di dunia dan diprediksi akan mereduksi keramaian jembatan Bahrain-Arab Saudi. Jembatan ini juga dilengkapi pipa gas untuk menyuplai energi ke Bahrain.

garis merah adalah jembatan yang sekarang eksis antara Bahrain-Saudi, sedang yang putus-putus adalah jembatan baru antara Qatar-Bahrain

Jika kedua proyek ini selesai, tahun 2030 Qatar diprediksi akan menjadi penguasa energi di tanah Arab dan mulai menggusur pamor Arab Saudi.

5 Komentar

      • Katanya warga Qatar itu 90% adalah warga asing, termasuk Indonesia. Warga asing ini bekerja di Qatar dengan standar gaji yang tinggi, atau jadi penanam modal di Qatar. Nah mungkin dari beberapa warga asing tersebut yang sliweran keluar masuk Qatar ada yang berfaham Extrimis, alhasil gaji besar dan hasil investasi besar yang mereka terima digunakan untuk membiayai ekstrimis. Nah hal ini tidak terpantau oleh pemerintah Qatar. Sayangnya hal seperti ini oleh Arab Saudi CS bukannya diselesaikan secara diplomatis dan hanya mentarget penyokong dana teroris tersebut, tapi malah mengembargo seluruh rakyat Qatar. Arab Saudi nampaknya terserang “paranoid”, maklum ada hadis yang menyatakan bahwa Arab Saudi akan mengalami pergolakan. Jika pemerintahnya percaya dengan hal ini, maka sikap orang2 Arab Saudi adalah menerima apa yang hendak terjadi menurut hadis tersebut, dan memastikan bahwa dia bukan menjadi penyebab dari pergolakan tersebut, tapi buruknya, dengan tindakan yang mereka lakukan mereka hanya menjadi “pelaku pemasti” hadis tersebut terjadi. Wallahualam.

        • ini trick amerika? hahahha
          kemaren siapa yg dapat kalung emas dari raja salman???padahal yg di untungkan paman sam dari pembelanjaan senjata 110 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,4 kuadriliun) gak lama dari itu qtar kena embargo arab???apakah pembelian persenjataan besar besar tersebut untuk menyokong pemberontak di suriah dan qtar nantinya???dua negara tersebut sungguh musang berbulu ayam..

Tinggalkan Balasan