Tongkat Komando Panglima TNI, Made in Blora

Tongkat komando Panglima TNI dibuat di Blora. Foto: Bloranews.com

Tongkat komando adalah piranti wajib dalam tradisi kepemimpinan di TNI. Sama halnya dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, tongkat komando untuk beliau ternyata dibuat oleh prajurut TNI Kodim0721/Blora Pelda Edy Eka Tantra.

Pelda Edy Eka Tantra mengatakan bahwa tongkat panglima TNI baru tersebut telah dibuat pada bulan Desember sebelum pelantikan.

Sebelumnya, anggota TNI yang juga perajin kayu ini sering menerima pesanan tongkat komando untuk pangdam, dandim, danyon. Namun, membuat tongkat komando untuk panglima baru kali pertama.

Warga Jalan RA Kartini, Kota, Blora, ini menjelaskan, tongkat panglima TNI terbuat dari bahan gembol (akar) jati berusia ratusan tahun. Proses pembuatan yang sulit yakni mencari kayu.

Selama ini jarang gembol jati yang berukuran lebih dari 60 cm. Untungnya, dia memiliki ukiran burung garuda yang terbuat dari gembol jati berusia ratusan tahun. Ukiran yang ukurannya cukup besar itu dibelah. Dia jadikan tiga stick.


Anggota Kodim 0721/Blora Pelda Edy Eka Tantra menunjukkan tongkat komando panglima TNI yang dibuatnya kemarin. Foto: Radar Kudus

Dari tiga stick itu, Pelda Edy memilih yang paling bagus untuk tongkat komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Dia meneliti dengan seksama. Jika ada retakan, dia enggan menggunakan. Kayu kualitas utama yang dipakai.


Ukuran tongkat tersebut 60 cm dengan diameter 3 cm. Pada bagian atas terdapat logam kuningan murni. Di ujung atas kuningan. itu terdapat logo mabes TNI, ukiran tujuh daun teratai, empat bintang, dan nama Panglima Marsekal Hadi.

Baca Juga:  Mahasiswa STTAL Kembangkan Kapal Selam dan Intai Tanpa Awak Anti Radar

Tongkat dikerjakan sendiri Semuanya full hand made. Termasuk, finishing-nya dia tidak pakai pelapis. Dia gosok-gosok sampai mengilat.

Menurutnya, ada 21 kayu bertuah. Dia mempunyai 14 macam, di antaranya stigi,kalimosodo, dewandaru, gaharu, galih, asem, nagasari, johar, gembol jati, liwung tutul macan, kemuning, dan cendana. Namun, dia memilih gembol jati. Menurutnya, belum pernah ada tongkat komando yang terbuat dari bahan gembol jati.

”Selain itu, saya pilih gembol jati karena keistemewaannya. Jati memiliki serat unik,sehingga nilai seninya tinggi. Bentuk alur seratnya seperti bentuk lubang. Sehingga tongkatnya seperti berlubang-lubang. Tapi jika disentuh tidak ada lubang. Jadi alurnya terlihat seperti 3D,” paparnya.

Edy mengaku bangga bisa membuat tongkat komando panglima TNI. ”Dari banyaknya perajin kayu di Indonesia, saya dipercaya membuat tongkat komando tersebut,” ungkapnya. (Indopos/Bloranews)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan