Tor-E2 Sistem Rudal Arhanud Buatan Rusia Tapi Pro Barat

Rusia boleh saja bermusuhan dengan negara blok barat, NATO dan Amerika Serikat (AS). Tapi negara Kremlin itu ternyata juga mengincar pasar senjata yang juga bisa diaplikasikan dengan sistem NATO.

Adalah perusahaan militer Almaz-Antey yang saat ini sedang gencara mempromosikan sistem rudal pertahanan udara (arhanud) bernama Tor-E2. Nah si Tor-E2 ini penggunaanya bisa di kombinasi dengan sistem senjata buatan negara NATO dan AS.

Meskipun berseteru, Rusia dalam soal bisnis alat pertahanan nampaknya jeli melihat peruntungan dengan membuat senjata yg bisa digunakan negara yg pro musuhnya. .

Rosoboronexport mengatakan bahwa Tor-E2 terbaru ini bisa diintegrasikan dengan sistem radar yang digunakan oleh standar NATO, termasuk soal kirim-kiriman data sasaran antara baterai komando dengan sistem radar utama.


Tor-E2 sendiri akan menjadi sistem yang sangat mematikan karena tiap unitnya akan memiliki 16 rudal, sehingga satu baterai lengkap akan berisi 54 rudal siap tembak, cukup untuk memayungi satu area dengan sangat rapat.

Tor-E2 sendiri diklaim oleh Rosoboronexport mampu mencegat segala macam pesawat udara mulai dari pesawat tempur, pembom, helikopter, dan bahkan munisi pintar dan rudal jelajah yang terbang dan mengancam wilayah yang dipayungi oleh Tor-E2.


Kalau mau jujur, sistem Tor-E2 ini bisa jadi solusi bagi Negara dengan anggaran pertahanan cekak seperti Indonesia yang butuh banyak sistem rudal terutama jarak dekat-menengah.

Baca Juga:  Helikopter King Stallion CH-53K Mulai Bertugas di Korps Marinir AS

Sumber: UC News / Aryo

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan