Training Information System and Technology Exchange 2018

Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang ditunjukkan pada pelatihan ini dan Lieutenant Colonel Melvin Murakami berharap para peserta dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana operasi cyber dapat bervariasi baik dari sudut pandang militer maupun swasta.

Paban VII/Latma Staf Operasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo secara resmi menutup pelatihan Information System and Technology Exchange (ISTX) tahun 2018 antara TNI dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat pada Jumat 20 April 2018 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Paban VII/Latma Staf Operasi TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ISTX 2018 telah berakhir dengan pencapaian materi di bidang akademik, pelatihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan para peserta khususnya pada kesiapsiagaan di dunia cyber.

Pada kesempatan tersebut Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo menyampaikan bahwa serangan teroris yang mulai bergerak dalam bidang teknologi dan cyber menuntut kolaborasi internasional yang mendesak untuk meminimalisir ancaman terhadap kondisi ekonomi global yang berpengaruh kepada tatanan masyarakat dunia internasional.


Paban VII/Latma Staf Operasi TNI juga mengingatkan bahwa tugas yang diemban oleh para peserta belumlah selesai karena diperlukan implementasi dari setiap materi pelajaran yang diterima terhadap unit masing-masing dimanapun para personel bertugas.


Diakhir sambutannya Paban VII/Latma Staf Operasi TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang ditunjukkan pada pelatihan ini dapat berjalan dengan sukses. Sementara itu Lieutenant Colonel Melvin Murakami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua peserta atas keberhasilannya dalam megikuti pelatihan ISTX 2018 dengan lancar dan sukses.

Baca Juga:  Panglima TNI Minta Tambahan Kapal Rumah Sakit Apung

Lebih lanjut Lieutenant Colonel Melvin Murakami berharap para peserta dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana operasi cyber dapat bervariasi baik dari sudut pandang militer maupun swasta. (Puspen TNI).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan