Trump Ancam Serbu Suriah, Rusia Siap Meladeni Tantangan Amerika

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump terus menuduh bahwa serangan senjata kimia di Douma dilakukan oleh pemerintah Suriah. Dia juga mengancam akan melancarkan tindakan militer terhadap rezim Bashar al-Assad sebagai bentuk hukuman.

Ancaman tersebut langsung direspon oleh Rusia dengan cepat dengan peringatan keras bahwa setiap agresi militer ke pemerintah Suriah yang sah akan diladeni dengan balasan yang dahsyat.

Selain mencaci maki Bashar Assad, Presiden Suriah. Pemimpin Amerika ini juga menyalahkan Iran dan Presiden Rusia Vladimir Putin karena mendukung Assad yang dia sebut “binatang”.

“Banyak yang mati, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan kimia yang tidak ada artinya di Suriah. Area kekejaman berada di titik pengepungan dan dikelilingi oleh tentara Suriah, membuatnya benar-benar tidak dapat diakses dunia luar,” tulis Trump melalui akun Twitter @realDonaldTrump, yang dilansir Reuters, Senin (9/4/2018).


“Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung binatang Assad. Besar harga yang harus dibayar,” lanjut Trump.

Pemerintah Assad membantah pasukannya meluncurkan serangan kimia. Rusia, sebagai sekutu terkuat Assad, menyebutnya sebagai laporan palsu.


Ancaman serangan militer Trump mengingatkan kejadian tahun lalu, di mana pasukan AS atas perintah Trump untuk pertama kalinya menggempur basis Angkatan Udara Suriah dengan beberapa rudal jelajah Tomahawk. Serangan itu diklaim sebagai balasan karena Assad dituding membunuh para warga sipil dengan bom gas sarin.

Baca Juga:  Pashmerga Kurdi Ancam Aksi Balasan Pada Pemerintah Irak

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan AS jika nekat meluncurkan serangan militer terhadap rezim Suriah hanya dengan “alasan yang dibuat-buat”.

“konsekuensi yang mengerikan jika ada campur tangan militer,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kementerian tersebut mengecam laporan terbaru tentang serangan kimia terhadap puluhan warga sipil di kota Douma yang yang dikuasai para militan. “Laporan itu adalah contoh lain dari rangkaian terus-menerus berita palsu tentang penggunaan klorin dan agen kimia lainnya oleh pasukan pemerintah,” imbuh Kementerian Luar Negeri Rusia membela Assad.

sumber laporan itu, menurut Rusia, adalah kelompok “pertahanan sipil” yang terkenal jahat, yakni White Helmets, yang telah berulang kali dituduh memiliki hubungan dengan teroris, serta kelompok-kelompok lain yang berbasis di AS dan Inggris.

Rusia jauh hari sudah memperingatkan tentang “serangan kimia dengan bendera palsu” yang bertujuan untuk memfitnah Assad. Pelaku serangan, menurut Moskow, adalah pihak-pihak yang tidak tertarik pada penyelesaian politik dari krisis Suriah.

“Tujuan dari spekulasi tak berdasar ini adalah untuk melindungi para teroris dan oposisi radikal yang menolak untuk terlibat dalam penyelesaian (proses) politik, serta untuk membenarkan potensi serangan militer dari luar,” imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip Russia Today.

“Setiap campur tangan militer di Suriah yang dilakukan di bawah dalih yang dibuat-buat atau dibuat-buat, benar-benar tidak dapat diterima dan dapat menyebabkan konsekuensi yang mengerikan.”

Baca Juga:  MIG-29 Rusia Jatuh Selepas Take Off dari Kapal Induk di Suriah

2 Komentar

  1. betul2 trump seperti binatang buas gila perang….kenapa kalau israel membunuh warga palestine trump gila tidak teriak dan menghajar israel. karena trump merupakan anjing israel yg patuh untuk melakukan apa saja sesuai keinginan israel. irak dulu negara kuat dihancurkan dg fitnah dan kekuatan media untk pengaruhi opini publik dunia dg senjata pemusnah massal, nyatanya tidak ada hanya rekayasa AS, suriah yg berbatasan dg israel harus dihancurkan supaya tidak bisa mengganggu kelangsungan israel, habis ini iran akan di obok2 dg fitnah mengatasnamakan pbb dll..rampas dan jajah kekayaannya, biarkan mereka kacau itulah strategi israel dan AS untuk merampok dan menghancurkan negara berdaulat.. senjatanya HAM dan PBB.

  2. Setelah kegagalan di Suriah… mau tidak mau mereka mesti melakukan operasi militer dengan menyerang Suriah, dengan konskuensi mereka berperang melawan Russia… seberapa bernyali USA dan koalisinya… atau hanya sebatas melakukan serangan rudal seperti kemarin???

Tinggalkan Balasan